Model Perubahan Satir bag 3

Pada bagian sebelumnyya dari Perubahan Satir, kita telah sampai pada fase Kekacauan lalu berlanjut ke fase Transformasi. Pada fase transformasi kita mendapati sebuah istilah yang disebut ide transformasi.

Sebagai gambaran ide transformasi, mari kembali ke contoh organisasi bidang teknologi. Anda awalnya takut dengan cara kerja baru, terutama mengoperasikan perangkat lunak yang baru. Akhirnya, Anda membentuk ide transformasi jika dapat menggunakan perangkat lunak baru ini, akan membuat Anda lebih bermanfaat dan akan menghasilkan remunerasi yang lebih tinggi. Anda akhirnya dapat melihat manfaat dari perubahan karena Anda akan menghasilkan lebih banyak.

Manajer perlu memahami bahwa anggota timnya membutuhkan banyak dukungan selama fase ini. Karyawan dapat menjadi frustrasi dan kembali ke fase Kekacauan jika terlalu banyak hal yang tidak berjalan dengan baik saat pertama kali dicoba atau perubahan itu terlihat lebih sulit daripada yang dibayangkan.

5. Status Quo  yang Baru 

Dalam fase ini, cara kerja Anda yang baru sudah terkuasai. Keterampilan baru itu menjelma jadi sifat kedua. Asumsi baru terbentuk. Performa Anda mulai membaik saat Anda menguasai keterampilan baru dan status quo baru terbentuk.

Apa yang sebelumnya merupakan cara kerja baru menjadi norma baru dan status quo baru ditetapkan.

Manajer perlu mengajak karyawan untuk mensyukuri keberhasilan anak buahnya selama fase ini. Manajer juga perlu mendorong karyawan untuk tetap menerima ide-ide dan cara kerja baru demi lebih meningkatkan kinerja.

Model Perubahan Satir menggambarkan bagaimana seorang individu berpindah dari Status Quo Terdahulu ke Status Quo Baru ketika mereka mengalami perubahan besar yang tidak terduga.

Sebagai manajer, Anda dapat menggunakan pengetahuan tentang model ini untuk menawarkan dukungan yang tepat kepada tim Anda pada waktu yang tepat. Ini akan memungkinkan perubahan secepat dan seefisien mungkin.

Daftar langkah berikut menunjukkan cara membantu tim Anda melalui setiap fase perubahan.

Tahap Aksi 1. Status Quo Terdahulu

  • Dorong anggota tim untuk berusaha meningkatkan cara mereka melakukan sesuatu.
  • Dorong tim untuk tetap menerima ide-ide perbaikan.
  • Minta anggota tim untuk melihat pihak eksternal tentang cara-cara yang lebih baik dalam melakukan sesuatu.

Tahap Aksi 2. Perlawanan

  • Dorong anggota tim untuk membuka diri dan mengungkapkan perasaannya.
  • Dorong anggota tim untuk berbicara dengan pihak lain, terutama pihak yang lebih positif memandang perubahan.

Tahap Aksi 3. Kekacauan

  • Bantu membangun lingkungan yang aman bagi tim untuk mengekspresikan perasaan mereka.
  • Dorong anggota tim untuk memanfaatkan berbagai pihak yang bisa mendukungnya.
  • Dorong anggota tim untuk membicarakan ide-ide baru mereka.
  • Berilah pemahaman pada tim bahwa tidak ada solusi ajaib dan instan dalam mengarungi proses perubahan.

Tahap Aksi 4. Integrasi

  • Dorong tim Anda untuk mengeksplorasi dan mencoba ide dan cara kerja baru.
  • Tawarkan dukungan.
  • Pastikan anggota tim memahami bahwa tidak mengapa untuk gagal atau menemukan hal-hal yang sulit pada tahap ini.
  • Dorong anggota tim untuk mendiskusikan cara kerja dan kemungkinan baru dengan pihak lain.

Tahap Aksi 5. Status Quo yang Baru

  • Ciptakan lingkungan yang aman sehingga tim Anda merasa bebas berlatih dan berikan ruang jika terjadi kesalahan.
  • Dorong tim Anda untuk melakukan perbaikan-perbaikan secara bertahap.
  • Syukuri kesuksesan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.