Permasalahan dengan Jawaban yang Mengambang dan Bagaimana Solusinya

Pengambilan keputusan yang efektif membutuhkan informasi terbaik. Itulah mengapa sangat menjengkelkan ketika manajer meminta informasi dari staf lalu mendapat jawaban sebagai berikut: “Sepertinya begitu.” “Mungkin.” “Harusnya.”

Tanggapan seperti itu sangat tidak diharapkan oleh manajer saat ia harus membuat keputusan sulit. Selain itu menciptakan ketidakpastian tambahan dan dapat menimbulkan pertanyaan dan potensi masalah baru.

Berikut beberapa strategi yang bisa diaplikasikan di organisasi Anda untuk menghindari munculnya jawaban yang mengambang dari para staf:

Komunikasikan ekspektasi. Menetapkan ekspektasi dengan benar adalah kunci dalam banyak aspek manajemen karyawan, dan di sini, tidak ada bedanya. Jika manajer mengharapkan jawaban spesifik yang didasarkan pada fakta yang diketahui, mereka harus menjelaskannya. Beri tahu staf bahwa informasi yang diminta sangat penting untuk membuat keputusan, dan harus cukup solid untuk mendukung keputusan itu. Pada saat yang sama, mungkin tidak masalah jika ada beberapa hal yang tidak diketahui. Terkadang, hal terbaik yang dapat dilakukan manajer adalah membuat tebakan berdasarkan informasi terbaik yang tersedia. Manajer tidak ingin karyawan menunda-nunda tanggapan karena mereka belum memiliki jawaban yang sempurna. Patut disadari pula, terkadang tidak ada jawaban yang sempurna.

Perjelas apa konteks yang melingkupinya. Kadang-kadang, karyawan mengambangkan jawaban mereka karena mereka takut akan konsekuensi yang mungkin timbul jika mereka salah. Perjelas di awal tentang apa yang dipertaruhkan dan mengapa informasi itu diperlukan. Ini membantu membuka wawasan tentang konteks sebuah pertanyaan.

Pertahankan akuntabilitas. Akuntabilitas di sini tidak selalu berarti karyawan bertanggung jawab sepenuhnya atas keputusan yang dibuat berdasarkan masukan mereka. Tetapi ini berarti bahwa karyawan diharapkan memberikan upaya terbaik mereka dengan berusaha keras mencari informasi yang tersedia untuk memberikan masukan yang diminta, disertai dengan asumsi yang sudah atau belum diketahui.

Jika karyawan terus memberikan jawaban yang kurang spesifik karena mereka tidak melakukan konfirmasi secara tuntas atau menyerahkan pekerjaan mereka ke orang lain, mereka perlu dimintai pertanggungjawaban untuk menyelesaikan tugas yang diberikan.

Bantu staf membantu Anda. Jika seorang manajer secara konsisten mendapatkan jawaban seperti, “Itu bisa benar, jika disertai asumsi …”; “Kami bisa mengetahuinya dengan pasti jika kami melakukan … asalkan …”; atau, “Itu tergantung pada …,” manajer harus mundur selangkah dan menyadari bahwa sebenarnya yang ingin  dikatakan karyawan adalah, “Saya tidak memiliki semua informasi.” Maka manajer sudah selayaknya membantu staf mencari jalan agar stafnya bisa melengkapi sumber daya yang dibutuhkan.

Merupakan hal yang membuat frustasi bagi manajer saat mendapatkan jawaban parsial ketika meminta informasi, tetapi permasalahan itu bukannya tidak bisa dipecahkan. terdapat sejumlah strategi efektif yang dapat digunakan untuk membiasakan staf menanggapi permintaan informasi dengan benar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.