Perbedaan 2 Bidang Wirausaha: Sosial dan Bisnis

Beberapa kualitas membuat wirausahawan disebut sebagai bagian dari pemilik bisnis. Para ahli teori manajemen menyebut wirausahawan sebagai individu yang memulai perubahan dan/atau individu yang mengeksploitasi perubahan yang sedang berlangsung dengan mengidentifikasi peluang dan memanfaatkannya untuk mengubah status quo, terlepas dari beragam risiko yang ia hadapi sebagai seorang perintis. Wirausahawan sosial dianggap sebagai salah satu jenis dari wirausahawan bisnis, keduanya tidak dianggap sebagai dua kategori yang terpisah. Sementara wirausahawan bisnis – yang lebih umum kita jumpai – berkecimpung dalam pasar komersial, wirausahawan sosial lebih berorientasi pada perbaikan kondisi sosial. Lebih lanjut terdapat beberapa faktor lain yang membedakan wirausahawan sosial dari wirausahawan bisnis.

Penekanan pada Tim Vs. Individu

“The Stanford Social Innovation Review” mencatat bahwa pemodal ventura berinvestasi dalam sebuah bisnis berdasarkan tim kepemimpinan perusahaan dan organisasi yang mendukungnya. Filantropis – individu yang mengumpulkan dan menyumbangkan dana untuk tujuan amal – lebih sering menjadi investor utama dalam proyek wirausaha sosial daripada pemodal ventura. Para filantropis ini lebih cenderung mengukur kelayakan proyek berdasarkan individu yang memimpin.
Berbagai tinjauan manajemen dalam persoalan ini mempertanyakan fokus yang berorientasi pada individu. Berdasarkan penelitian, banyak yang menunjukkan bahwa perubahan yang berhasil bergantung pada berbagai kompetensi – kompetensi yang membutuhkan kepemimpinan yang kuat tetapi jarang dapat dilakukan oleh seorang individu.

Persepsi Nilai

Bagi wirausahawan bisnis, nilai terletak pada keuntungan yang diharapkan pengusaha dan investor untuk dituai ketika produk memantapkan dirinya di pasar yang mampu membelinya. Pengusaha bisnis bertanggung jawab kepada pemegang saham dan investor lain untuk menghasilkan keuntungan seperti ini. Bagi wirausahawan sosial, juga terdapat nilai dalam setiap keuntungan, karena keuntungan itu diperlukan untuk mendukung tujuan organisasinya, Secara umum tujuan itu menyatakan bahwa nilai bagi wirausahawan sosial terletak pada manfaat sosial bagi komunitas, atau ketika nilai itu mentransformasi komunitas yang kekurangan sumber daya jadi bisa memenuhi kebutuhannya sendiri.

Ukuran Profitabilitas

Manajemen wirausahawan bisnis selalu dirancang untuk menghasilkan pemasukan yang menguntungkan pemangku kepentingan, seperti pemegang saham atau lembaga investor. Wirausahawan sosial juga dapat terlibat dalam kegiatan mencari keuntungan. Namun, mereka sering menyusun organisasi mereka sebagai organisasi nirlaba, atau mereka menyumbangkan keuntungan mereka untuk proyek sosial yang mereka dukung.
Usaha batik Dea Valencia, misalnya, sukses meraup keuntungan besar sambil memberdayakan para penyandang difabel dalam memproduksi batiknya. Semakin besar keuntungannya, semakin banyak tenaga difabel yang bisa diberdayakan.

Pendekatan Penciptaan Kekayaan

Meskipun wirausahawan bisnis dan wirausahawan sosial memiliki motivasi yang sama dalam hal keinginan mengubah status quo, misi mereka jauh berbeda. Wirausahawan bisnis didorong untuk berinovasi dalam pasar komersial, untuk melayani kebutuhan konsumen. Jika berhasil, inovasi menciptakan kekayaan. Keberhasilan usaha diukur dari seberapa banyak kekayaan yang diciptakannya.
Bagi wirausahawan sosial, penciptaan kekayaan diperlukan, tetapi bukan untuk kepentingannya sendiri. Sebaliknya, kekayaan hanyalah alat yang digunakan pengusaha untuk melakukan perubahan sosial. Sejauh mana pikiran diubah, penderitaan diringankan atau keadilan diwujudkan menggambarkan keberhasilan organisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.