Menyusun struktur gaji karyawan yang optimal bagi karyawan bukan perkara mudah.

Banyak hal yang perlu dipertimbangkan.

Secara umum, tujuan pemberian gaji atau juga dikenal sebagai paket remunerasi adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan daya tarik bagi karyawan yang berkualitas untuk bergabung di suatu perusahaan

Tak disangkal, motif utama bekerja adalah mendapatkan gaji yang layak untuk dapat memenuhi kebutuhan. Motif lainnya adalah untuk mendapatkan pengalaman kerja, terutama bagi para pendatang baru di dunia kerja. Ada juga yang  bekerja dengann tujuan untuk mengembangkan karir atau untuk aktualisasi diri. Namun demikian, faktor gaji adalah alasan utama yang mendasari orang untuk bekerja. Itulah mengapa para pencari kerja berlomba-lomba memburu perusahaan-perusahaan besar atau BUMN dengan gaji tinggi.

  1. Merupakan cara untuk mempertahankan karyawan terbaik.

Banyak aspek yang membuat orang dapat bertahan di perusahaan. Paket gaji, termasuk di dalamnya tunjangan-tunjangan dan fasilitas, menjadi faktor utama orang untuk bertahan di suatu perusahaan. Faktor penting lainnya adalah karakter atasan dan faktor lingkungan.

  1. Menambah motivasi bagi karyawan berkinerja tinggi.

Salah satu cara yang jamak dilakukan oleh perusahaan untuk merangsang kinerja karyawan adalah memberikan bonus bagi karyawan yang produktif, berkinerja tinggi dan berprestasi.

  1. Mendorong peningkatan kualitas SDM

Paket remunerasi yang efektif akan memudahkan perusahaan untuk mendorong karyawan untuk meningkatkan kompetensinya. Perusahaan dapat memberikan tunjangan pendidikan, misalnya, untuk yang dapat digunakan karyawan untuk mengikuti kursus, diklat, atau sekolah dalam rangka meningkatkan kemampuannya.

  1. Sistem remunerasi juga dapat didesain untuk menciptakan kompetisi di internal perusahaan. Pemberian bonus untuk karyawan terbaik, atau pemberian insentif sesuai produktifitas, akan melecut semangat karyawan untuk untuk menjadi yang terbaik.
  2. Sistem remunerasi yang menghargai kinerja dan produktifitas secara langsung akan meningkatkan pendapatan perusahaan.

 

Kemudian, prinsip-prinsip apa yang perlu diperhatikan pada saat menyusun sttruktur gaji?

  1. Menarik dan Kompetitif

Gaji harus menarik bagi pencari kerja atau karyawan yang sudah bekerja di perusahaan tersebut, agar termotivasi menunjukkan performa terbaiknya. Gaji juga harus kompetitif dengan industri sejenis agar ada kebanggan bahwa perusahaan tempat bekerja memiliki tingkat kesejahteraan yang bersaing.

  1. Adil dan Transparan

Pemberian gaji harus bersifat adil dan transparan. Adil dalam arti besaran gaji disesusaikan dengan kinerja, posisi atau jabatan yang dipegang, serta kontribusi untuk perusahaan. Pegawai yang memiliki kinerja dan produktifitas yang tinggi, harusnya mendapatkan gaji yang lebih tinggi.

  1. Minimal Sesuai Ketentuan Normatif

Undang-undang No. 13 tahun 2002 tentang Ketenagakerjaan telah mengatur ketentuan besaran upah minimum bagi karyawan yang berarti bahwa perusahaan seharusnya membayar gaji karyawan minimal sesuai ketentuan Upah Minimum Kota/Kabupaten yang berlaku pada tahun berjalan.

  1. Layak

Tidak cukup UMK, dalam penyusunan besaran gaji, harus mempertimbangkan kelayakannya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.Jangan sampai karyawan bekerja yang gajinya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar saja.

Dengan demikian, menyusun struktur gaji karyawan menjadi tugas penting utamanya bagi pengelola SDM, karena SDM menjadi penentu dalam keberhasilan perusahaan.