Mempertimbangkan Masukan Karyawan Mengenai Aplikasi Sebuah Teknologi

Menerapkan teknologi yang tepat dapat membuat perbedaan besar dan mampu membawa perusahaan menuju kesuksesan. Teknologi yang memiliki sinergi kuat dengan organisasi dan orang-orangnya dapat memanfaatkan secara optimal dan memperkuat keunggulan kompetitif. Penggunaan teknologi juga bisa dijadikan pembeda bisnis dari pesaingnya dan sekaligus memberi nilai tambah.

Sayangnya, banyak perusahaan gagal membuat keputusan yang dikomunikasikan secara lengkap dalam hal aplikasi teknologi. Dalam hal penerapan teknologi baru ini karyawan adalah pihak yang langsung bersentuhan dengan teknologi itu. Namun secara khusus, perusahaan tidak berkonsultasi dengan karyawan sebelum menerapkan teknologi baru yang nantinya berdampak langsung pada karyawan tersebut.

Karyawan Merasa Kurang Dilibatkan dengan Proses Pembuatan Keputusan 

Sebagai contoh kasus, kita bisa melihat data statistik dalam laporan Eagle Hill Consulting mengenai data dari survei tentang aplikasi teknologi di industri perawatan kesehatan:

“Dari keseluruhan objek survey, hampir separuh dari objek survey menyatakan bahwa organisasi mereka memperkenalkan teknologi baru dalam dua tahun terakhir. Tapi hanya 29 persen yang menyatakan bahwa mereka berinvestasi pada teknologi yang tepat dalam usahanya meningkatkan kinerja organisasi. Dan tercatat hanya 42 persen yang berpikir bahwa perubahan teknologi itu berdampak positif pada organisasi mereka.”

“Hasil survey juga menunjukkan bahwa dari sepuluh petugas kesehatan, kurang dari dua  diminta untuk memberikan masukan mengenai keputusan penggunaan teknologi baru. Dan sebanyak 13 persen sama sekali tidak menyadari adanya perubahan teknologi di organisasi mereka. Sedangkan organisasi yang meminta umpan balik karyawan,, mereka biasanya melakukan hal itu setelah teknologi dibeli olehorganisasi.”

Kurangnya masukan karyawan ini dapat bermasalah karena beberapa alasan. Salah satunya, karena tidak berkonsultasi dengan karyawan sebelum melakukan pembelian teknologi dapat berakibat pada perusahaan memperbaiki problem yang salah.

Karyawan yang akan menggunakan teknologi baru harus memiliki beberapa masukan mengenai apakah solusi tersebut memenuhi kebutuhan mereka, serta sejauh mana prioritas kebutuhan tersebut. Masukan itu tidak juga diartikan bahwa karyawan harus memiliki hak veto atau bahkan hak suara atas pembelian teknologi, tetapi mereka setidaknya harus memiliki kesempatan untuk memberikan masukan.

Mengelola Ekspektasi Karyawan Melalui Umpan Balik

Selain memastikan penyediaan alat yang tepat sasaran, meminta umpan balik karyawan dapat membantu mengurangi keluhan dan meningkatkan dukungan selama proses penerapan teknologi itu. Karyawan yang menunjukkan dukungan untuk memperoleh alat baru cenderung tidak mengeluh ketika harus mempelajari alat itu, malah akan cenderung meluangkan waktu untuk memahaminya.

Teknologi yang sesuai dapat memberikan keuntungan penting bagi perusahaan dibandingkan para pesaingnya. Tantangannya adalah menemukan solusi yang tepat. Terlalu banyak perusahaan yang tidak mempertimbangkan umpan balik karyawan sebelum melakukan pembelian teknologi mahal yang secara langsung akan berdampak pada pekerjaan mereka sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.