Kepemimpinan Situasional (5)

Faktor faktor Penentu (lanjutan)

Tingkat Otoritas. Tingkat otoritas yang dimiliki pemimpin atas anggotanya juga harus dijadikan bahan penentuan memilih gaya kepemimpinan. Beberapa pemimpin memiliki kekuasaan yang itu berasal dari jabatannya sebagai pemimpin, seperti kekuasaan untuk memberhentikan, mempekerjakan, memberi apresiasi, atau menegur bawahan. Ada pula pemimpin yang mendapatkan kekuasaan akibat pola hubungan yang ia bangun dengan bawahannya; ia dihormati karena kebaikan sikapnya, senantiasa mendukung dan membantu bawahannya, dilibatkan dalam pengambilan keputusan, dsb.

Tingkat Kedewasaan. Menurut teori kepemimpinan situasional Hersey-Blanchard, para pemimpin perlu memikirkan tingkat kedewasaan setiap anggota kelompok. Tingkat kedewasaan merupakan ukuran kemampuan serta kesediaan individu untuk menyelesaikan suatu tugas. Misalnya, mengawal tugas yang dikerjakan anggota yang mau tetapi tidak memiliki kemampuan tentu berbeda jika tugas itu diberikan ke anggota yang memiliki kemampuan namun memiliki sedikit keengganan.

Kualitas yang Harus Ada pada kepemimpinan situasional

Dibutuhkan seorang pemimpin yang bisa beradaptasi agar berhasil sebagai pemimpin situasional. Pemimpin yang lebih suka berpegang pada satu gaya kepemimpinan akan sulit menyesuaikan pendekatan yang ia gunakan demi anggota timnya. Sebagai pemimpin situasional, Anda harus menyesuaikan pendekatan Anda untuk melayani setiap anggota tim dan berusaha maksimal memimpin dengan memberi contoh.

berwawasan luas. Pemimpin situasional berwawasan luas dan memahami kebutuhan anggota timnya dalam situasi apapun. Ketika Anda memiliki wawasan yang luas, Anda dapat menilai apakah anggota tim Anda merasa percaya diri atau tidak aman, termotivasi atau tidak mau, dan apakah mereka dapat menangani tugas sendiri atau mereka membutuhkan dukungan tambahan.

Fleksibel. Pemimpin situasional juga harus fleksibel. Setelah mengetahui apa yang dibutuhkan anggota tim dari Anda, Anda dapat dengan cepat menyesuaikan gaya pengelolaan demi memenuhi kebutuhan tersebut. Fleksibilitas adalah kuncinya, karena Anda mungkin memiliki banyak anggota tim yang membutuhkan gaya kepemimpinan yang berbeda. Terserah Anda untuk menyesuaikan diri untuk setiap individu.

Dapat dipercaya. Kepercayaan adalah salah satu kualitas kepemimpinan situasional yang perlu Anda miliki. Ketika anggota tim Anda memercayai Anda, kemungkinan besar mereka akan berhasil di tempat kerja. Anda bisa mendapatkan kepercayaan anggota tim Anda dengan membina komunikasi dan mendorong hubungan positif.

Pemecah masalah. Pemimpin situasional unggul dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Menjadi pemikir yang bijaksana dengan sudut pandang holistik yang dapat memecahkan berbagai masalah adalah keterampilan yang tak ternilai. Dengan berpikir dan menggunakan berbagai gaya kepemimpinan, Anda dapat memimpin tim Anda menuju kesuksesan.

Mentor dan pelatih. Ini memang merupakan satu dari sejumlah gaya kepemimpinan situasional, tetapi seorang pemimpin situasional yang baik harus bertindak sebagai pelatih untuk timnya setiap saat. Anda harus dapat mendorong dan memelihara tim Anda saat Anda memberikan arahan kepada mereka dalam pekerjaan sehari-hari.

Jika Anda memiliki keterampilan kepemimpinan ini, Anda dapat merasa percaya diri mengetahui bahwa Anda adalah seorang pemimpin yang efektif dan bahwa Anda bisa mendukung sebuah tim dengan berbekal kemampuan Anda yang terbaik.

Setiap gaya kepemimpinan memiliki kelebihan dan kekurangan. Menyadari kelemahan yang terkait dengan peran kepemimpinan Anda dapat membantu Anda menjadi pemimpin yang hebat dan mencegah persoalan apapun yang mungkin Anda hadapi sebelum itu benar-benar terjadi.

bersambung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.