Teori Penetapan Target oleh Locke bag 3

Locke menawarkan 5 prinsip yang harus ada saat kita menetapkan target agar bisa menumbuhkan motivasi. Pada bagian sebelumnya kita telah membahas prinsip 1. kejelasan dan 2. memberikan tantangan yang cukup. Berikut adalah kelanjutannya.

3. Komitmen.

Agar suatu target dapat memotivasi, Anda harus berkomitmen terhadapnya. Demikian juga, jika Anda menetapkan target untuk orang lain, Anda perlu memastikan bahwa mereka setuju dengan target tersebut.

  • Tanpa Komitmen: Anda memutuskan dalam pertemuan dengan atasan tentang apa target tim Anda dan kemudian mendiktekan target ini ke tim Anda.
  • Dengan Komitmen: Anda berdiskusi dengan tim Anda untuk menentukan bersama-sama apa target yang seharusnya dan bagaimana itu dapat dicapai.

Bagaimana Mendapatkan Komitmen

  • Mintalah persetujuan bahwa target realistis dan masuk akal kepada setiap anggota tim dan tanyakan secara eksplisit apakah yakin mereka setuju.
  • Jika ada imbalan yang dikaitkan dengan pencapaian target, pastikan bahwa imbalan itu diinginkan, bermanfaat, dan proses memutuskan “siapa mendapatkan apa” harus transparan. Teori ERG dapat membantu dalam hal ini.
  • Jagalah tim dan diri Anda tetap berada di jalur yang tepat dengan memvisualisasikan betapa penting bagi Anda dan tim jika bisa mencapai target.

4. Umpan Balik.

Agar target terus memotivasi Anda saat Anda bekerja ke arah itu, Anda harus menerima umpan balik.

Beberapa hal yang patut diperhatikan agar umpan balik menjadi efektif:

  • Pastikan ada target.
  • Umpan balik harus diterima secara teratur.
  • Umpan balik positif dan negatif harus bisa diterima. Jika Anda memberikan umpan balik negatif kepada seseorang, pastikan Anda melakukannya dengan cara yang konstruktif.
  • Strategi umpan balik yang bagus: Tetapkan target anggota tim, lalu tetapkan peninjauan mingguan untuk memantau kemajuan mereka.

Strategi umpan balik yang buruk: Tetapkan target anggota tim, lalu biarkan semuanya hingga tinjauan kinerja akhir tahun.

Bagaimana Memberi dan Menerima Umpan Balik

  • Jadwalkan peninjauan mingguan untuk memantau kemajuan.
  • Gunakan aplikasi (seperti spreadsheet untuk melacak kemajuan.

5. Kompleksitas Tugas

Agar suatu target membentuk motivasi, target itu tidak boleh terlalu rumit. Target yang sangat rumit dapat membuat Anda kewalahan dan menurunkan motivasi.

  • Penetapan Target yang Baik: Memecah target kompleks menjadi sub-target yang lebih sederhana.
  • Penetapan Target yang Buruk: Tetapkan target yang rumit dan harapkan anggota tim Anda untuk melanjutkannya.

Berikut adalah cara Menangani Target yang Kompleks

  • Pecahlah tugas yang rumit menjadi sub-target.
  • Jika Anda atau anggota tim merasa kewalahan dengan suatu target, itu mungkin terlalu rumit. Pertimbangkan untuk menilai kembali target itu.

Pada bagian akhir ini dapat kita susun suatu simpulan bahwa penetapan target bila dilakukan dengan benar dapat menjadi alat yang ampuh untuk meningkatkan motivasi dan produktivitas. Ini berlaku baik saat Anda menetapkan target pribadi, dan saat Anda menetapkan target untuk tim Anda.

Teori yang dicetuskan Locke ini mengidentifikasi lima prinsip yang harus diikuti ketika menetapkan target. Berikut adalah prinsip-prinsipnya:

  • Jelas.
  • Menantang, tapi tidak terlalu memberatkan.
  • Terdapat sebuah komitmen yang diungkapkan secara eksplisit.
  • Disertai dengan umpan balik berkala.
  • Semakin sederhana semakin baik.

Dengan menggunakan Teori Penetapan Target Locke, Anda dapat membuat tim dan diri sendiri, tetap produktif serta termotivasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.