Dukungan Kesejahteraan Emosional di Tempat Kerja

Cara pandang dan pemahaman tentang kesejahteraan mental dan emosional telah mengalami perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Media informasi semakin memudahkan masyarakat untuk belajar. Masyarakat semakin memahami bahwa suasana hati dan perilaku tertentu seringkali menjadi penyebab terbentuknya sebuah kondisi biologis, biokimia dalam tubuh dan ketidakseimbangan psikis. Pada tahap berikutnya dapat semakin memunculkan kekurangan karakter atau kepribadian negatif yang dimiliki seseorang.

Masuk akal bila mengharapkan perubahan cara pandang terhadap kesehatan mental dan emosional yang lebih baik akan terus berlanjut dalam waktu dekat. Pakar industri serta data menyarankan bahwa peningkatan kesadaran dan dukungan untuk masalah kesehatan mental dan emosional adalah sesuatu yang baik untuk kelangsungan bisnis di bidang apapun.

Bisa jadi topik kesehatan mental dan emosional akan menjadi prioritas penting bagi manajemen, khususnya manajemen SDM, dalam beberapa tahun ke depan. Pergeseran prioritas itu setidaknya sebagian didorong oleh peningkatan produktivitas dan kinerja. Peningkatan itu dilaporkan sendiri dari dunia kerja oleh karyawan yang merasa perusahaan mereka mendukung kesejahteraan emosional para karyawannya. Bahkan data riset terbaru menemukan 90% karyawan mengaku berkinerja lebih baik ketika perusahaan mereka mendukung kesehatan emosional para staff yang bekerja di dalamnya.

Dari Teori ke Praktek

Melakukan perbaikan kualitas kesehatan emosional bukan hanya sekadar menyatakan itu sebagai tujuan perusahaan yang tertulis dalam pernyataan visi-misi perusahaan. Perusahaan perlu memikirkan langkah-langkah aktual yang dapat mereka ambil dan kebijakan yang dapat mereka terapkan untuk meningkatkan kesehatan emosional para stafnya.

Pentingnya Transparansi di Tempat Kerja

Dalam dekade terakhir, jajaran manajemen dari banyak industri sebenarnya telah mengetahui bahwa menyembunyikan informasi dari karyawan berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari. Hal ini memunculkan prediksi bahwa kejujuran yang dimulai dari jajaran kepemimpinan akan menjadi suatu keharusan baru dalam sebuah organisasi. Sangat mudah untuk melihat mengapa hal ini dapat bermanfaat bagi kesejahteraan emosional para karyawan.

Kecemasan cenderung meningkat di antara karyawan ketika mereka merasa tidak tahu apa yang akan terjadi pada posisi atau organisasinya. Bahkan ketika semuanya berjalan dengan baik, kurangnya transparansi dapat berkontribusi pada kekhawatiran yang harusnya tidak perlu terjadi.

Pelatihan Manajemen Adalah Kuncinya

Manajer juga perlu dilatih dengan baik tentang pentingnya kesejahteraan emosional dan mental: bagaimana menciptakan lingkungan yang positif, bagaimana menemukan tanda-tanda masalah, bagaimana menangani situasi yang sulit, dan lain sebagainya. Jajaran kepemimpinan atau pemilik bisnis diharap akan mulai berinvestasi dalam pelatihan untuk memberikan manajer alat yang tepat demi mendukung karyawan di organisasinya.

Meskipun dapat dipahami bahwa perusahaan memusatkan banyak perhatian dan energi pada konsep konkret seperti efisiensi, produktivitas, dan keuntungan, konsep yang lebih bernuansa seperti kesejahteraan emosional sering kali berdampak besar pada masalah yang lebih nyata.

Karena penghargaan dan kesadaran akan kesejahteraan mental dan emosional terus tumbuh, perusahaan akan lebih menganggapnya sebagai prioritas bisnis utama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.