Teori Perilaku yang Direncanakan

Teori ini menyatakan bahwa niat kita dapat memrediksi apa yang akan kita lakukan. Misal, seseorang berkeyakinan jika tepat waktu adalah hal yang baik, kemungkinan besar ia akan berusaha untuk tiba di kantor atau rapat tepat waktu.

Apakah Teori Perilaku yang Direncanakan?

Teori ini menyatakan bahwa perilaku Anda adalah fungsi dari tiga faktor: sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang dirasakan.  

Mari kita lihat lebih dekat model dan cara kerjanya.

1. Sikap

Sikap Anda terhadap suatu perilaku akan mempengaruhi seberapa besar kemungkinan Anda melakukan perilaku tersebut. Jika Anda berkeyakinan bahwa perilaku tersebut akan membuat perbedaan positif dalam hidup, maka kemungkinan besar Anda akan melakukan perilaku tersebut.

Sebagai permisalan, Anda mempertimbangkan untuk mengikuti sebuah kursus untuk menambah kemampuan Anda.

Jika Anda yakin kursus tersebut meningkatkan peluang untuk mendapatkan promosi, maka kemungkinan besar Anda akan memiliki penilaian positif terhadap kegiatan kursus. Jika Anda berpikir bahwa kursus tersebut tidak akan menghasilkan promosi dan juga akan menghabiskan banyak waktu luang Anda, maka kemungkinan besar Anda akan memiliki penilaian negatif terhadap kursus tersebut.

Singkatnya, hal ini menjawab pertanyaan, “Apa yang saya pikirkan?”

2. Norma Subyektif

Norma subyektif melihat apa yang dipikirkan orang lain di lingkungan sosial Anda tentang sebuah perilaku. Perilaku Anda sampai batas tertentu dibentuk oleh apa yang diyakini orang lain, terutama mereka yang dekat dengan Anda.   

Masih menggunakan contoh kursus di atas, jika orang-orang di tempat kerja Anda mengikuti kursus yang Anda pertimbangkan dan menganggapnya bermanfaat, maka kemungkinan besar Anda juga ingin mengikuti kursus tersebut.

Singkatnya, norma subjektif menjawab pertanyaan, “Apa yang orang lain pikirkan”?

3. Kontrol Perilaku yang Dirasakan

Kontrol perilaku yang dirasakan melihat apakah Anda yakin Anda memiliki alat atau sarana yang diperlukan untuk melakukan sebuah perilaku.

Contohnya, jika Anda perkirakan bahwa Anda tidak mampu membayar kursus tersebut, kecil kemungkinan Anda untuk mendaftar.

Singkatnya, kontrol perilaku yang dirasakan menjawab pertanyaan, “Dapatkah saya melakukannya”?

4. Niat

Perilaku juga dipengaruhi oleh niat Anda, sebagai keinginan untuk melakukan perilaku tersebut.

Bayangkan jika 3 faktor sebelumnya sudah mengarahkan Anda untuk mengikuti kursus. Tetapi Anda belum benar-benar mendaftar untuk itu. Kenapa bisa begitu? Itu karena ada kesenjangan antara niat dan perilaku Anda.

Salah satu cara untuk mengatasi kesenjangan ini adalah dengan membuat rencana, misalnya sekadar merencanakan tindakan apa yang akan Anda lakukan dan kapan. Dalam bahasa psikologis, rencana ini berjalan dengan nama niat implementasi.

Sejarah

Planned Behavior Theory, istilah lain untuk teori ini, diungkapkan oleh Icek Ajzen dan menyempurnakan teori Reasoned Action, yang juga dikembangkannya pada tahun 1980 bersama Martin Fishbein.

Ajzen meningkatkan Theory of Reasoned Action dengan menambahkan faktor pengaruh lainnya yang disebut Perceived Behavioral Control, yang meningkatkan prediktabilitas model. Perceived Behavioral Control berevolusi dari Self Efficacy Theory yang membahas motivasi individu. 

Di artikel berikutnya kami akan memberikan contoh aplikasi teori ini dalam bisnis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.