Bagaimana Bijak dalam Berpendapat?

Terdapat segelintir orang yang selalu ingin mengungkapkan sesuatu yang terlintas dibenaknya. Terlepas dari pokok bahasan atau keterlibatan mereka secara langsung, orang-orang seperti ini merasa perlu untuk ikut serta di setiap kesempatan. Meskipun sangat mungkin ini hanya kepribadian yang dimiliki seseorang, namun orang lain mungkin melihatnya sebagai sebuah strategi yang memang disengaja oleh orang tersebut untuk menarik perhatian dan diharapkan bisa memberi dampak di lingkungan kerja.

Sayangnya, strategi atau harapan seperti itu seringkali memiliki efek yang berkebalikan. Dengan berbicara di setiap kesempatan, sangat mungkin hal itu semakin mengurangi nilai manfaat yang dirasakan dari pendapat yang disampaikan. Strategi yang lebih baik adalah dengan membatasi pendapat hanya pada situasi ketika seseorang benar-benar dapat memberikan manfaat yang sebenarnya.

Berikut ini terdapat beberapa poin penting yang layak kita perhatikan ketika mengungkapkan pendapat di lingkungan kerja.

Fokus pada Pemberian Nilai

Tidak perlu menonjolkan diri agar selalu diingat pesertta rapat yang lain, seseorang yang mempertimbangkan untuk mengutarakan pendapatnya dalam rapat harus didasari keyakinan bahwa yang ia bicarakan akan memberikan nilai tambah , yaitu saat ia memiliki keahlian khusus dan relevan, pengetahuan atau wawasan eksklusif, atau jika ia mengidentifikasi adanya poin penting terlewat. Jadi bukan hanya mengulangi poin yang telah dibuat orang lain atau sekadar mengucapkan lagi kata terakhir.

Tinggalkan Kesan Positif

Seseorang yang beberapa saat setelah mendengarkan pendapat kita akan memiliki kesan positif, negatif, atau netral dan, lebih jauh lagi, kesan tentang diri kita. Ketika kita mampu memberikan wawasan yang berharga atau nasihat bijak, kesannya cenderung positif. Namun sebaliknya, ketika kita berbicara hanya untuk didengar saja, kemungkinan besar kesannya akan netral atau bahkan mungkin malah negatif.

Berusaha Efisien

Mungkin terasa membosankan ketika berulang kali memmbaca ungkapan waktu adalah uang, tetapi memang begitulah adanya, dan ketika beberapa orang terlibat dalam sebuah pertemuan yang sama, nilai setiap menit dari pertemuan itu akan semakin besar. Pemikiran seperti ini menunjukkan betapa penting untuk tidak hanya bersikap bijaksana saat mengungkapkan pendapat, tetapi juga berusaha efisien saat kita memutuskan untuk angkat bicara.

Praktik terbaik ketika mengungkapkan pendapat adalah dengan menjelaskannya berupa poin-poin singkat dan menyimpulkannya. Orang sering kali paling mengingat apa yang dikatakan terakhir. Menambah pembicaraan setelah suatu poin dibuat tidak akan menambah nilai dan malah mengurangi nilai poin yang sebelumnya diungkapkan.

Meskipun mungkin tampak berlawanan dengan intuisi, terkadang cara terbaik untuk memastikan masukan kita didengar dan bahkan dicari adalah dengan bijaksana saat memberikannya sejak awal.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.