Dimensi Budaya Hofstede (2)

Melanjutkan pembahasan dimensi budaya pertama, tingkat kesenjangan kekuasaan dalam masyarakat (PDI), semakin besar skornya semakin besar kesenjangan yang ada dan diterima oleh masyarakat. Berikut terdapat beberapa hal yang bisa jadi catatan berkenaan dengan hal ini.

Contoh Penerapan: Menurut permodelan ini, di negara dengan PDI tinggi, seperti Malaysia (100), anggota tim tidak akan melakukan tindakan macam-macam, mereka suka dibimbing dan diarahkan untuk menyelesaikan tugas. Jika seorang manajer tidak menekankan suatu tugas, mereka mungkin berpikir bahwa tugas itu tidak penting.

Tips dan karakteristik PDI rendah:

  • Organisasi yang lebih datar.
  • Supervisor dan karyawan dianggap hampir setara.
  • Delegasikan sebanyak mungkin.
  • Idealnya dalam pengambilan keputusan, melibatkan semua pihak yang akan terkena dampak langsung dari keputusan tersebut.

Tips dan karakteristik PDI Tinggi:

  • Organisasi terpusat.
  • Hirarki yang lebih kompleks.
  • Kesenjangan besar dalam kompensasi, otoritas, dan rasa hormat.
  • Mengakui status seorang pemimpin. Bawahan yang berasal dari luar, mungkin mencoba untuk menghindari kekuasaannya, tetapi jangan sampai menolak secara eksplisit.
  • Sadarilah bahwa seorang bawahan mungkin perlu menemui atasan untuk mendapatkan jawaban suatu permasalahan.

2. Tingkat Individualitas (IDV)

Ini mengacu pada tingkat individualitas dan keterikatan orang-orang sebagai bagian dari masyarakat.
Skor IDV yang rendah menggambarkan masyarakat yang tidak individualis, yang otomatis disebut sebagai masyarakat kolektivis. bagaimanapun, orang seharusnya setia pada kelompok tempatnya berasal, dan, sebagai gantinya, kelompok tersebut akan membela kepentingan mereka. Kelompok itu sendiri biasanya lebih besar, dan orang-orang bertanggung jawab atas kesejahteraan satu sama lain.
Skor IDV yang tinggi menunjukkan tingkat individualisme yang tinggi, terdapat hubungan interpersonal yang lemah di antara mereka yang bukan bagian dari “keluarga” inti. Di sini, orang kurang bertanggung jawab atas tindakan dan hasil orang lain.

Contoh Aplikasi: Negara-negara Amerika Tengah Panama dan Guatemala memiliki skor IDV yang sangat rendah (masing-masing 11 dan enam). Di negara-negara ini, misalnya, kampanye pemasaran yang menekankan manfaat bagi masyarakat kemungkinan besar akan dipahami dan diterima dengan baik, selama orang yang dituju merasa menjadi bagian dari kelompok yang sama.

Tips dan karakteristik IDV rendah:

  • Penekanan pada membangun keterampilan dan menjadi sangat ahli pada bidang tertentu.
  • Orang bekerja untuk imbalan intrinsik.
  • Menjaga keharmonisan di antara anggota kelompok mengalahkan masalah moral lainnya.
  • Kebijaksanaan itu penting.
  • Menekan perasaan dan emosi yang dapat membahayakan keharmonisan.
  • Hindari memberikan umpan balik negatif di depan umum.
  • Mengatakan “Tidak” dapat menyebabkan munculnya rasa tidak nyaman, kecuali jika itu dimaksudkan untuk bersikap sopan. Misalnya, menolak undangan yang sudah beberapa kali disampaikan.

Tips dan karakteristik IDV Tinggi:

  • Penghargaan yang tinggi diberikan pada waktu privat dan kebutuhan akan privasi serta kebebasan.
  • Terdapat kesenangan saat mendapat tantangan, memiliki harapan yang tinggi atas penghargaan terhadap individu yang mau bekerja keras.
  • Menghormati privasi.
  • Mengakui pencapaian individu.
  • Jangan terlalu mencampuradukkan kehidupan kerja dengan kehidupan sosial.
  • Mendorong adanya perdebatan dan ekspresi pribadi.

bersambung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.