Efek Dunning-Kruger (bag 3)

Setelah pada bagian sebelumnya kita telah membahas penyebab Efek Dunning-Kruger dan beberapa contoh di temjpat kerja, pada bagian ini kita akan membahas Apa yang harus Anda lakukan jika Anda menemukan Efek Dunning-Kruger di tempat kerja?

Perlu diingat, jika orang tidak ada yang suka diberi tahu langsung bahwa apa yang ia pikir ide bagus sebenarnya adalah ide yang sangat bodoh. Manusia adalah makhluk sosial dan tidak suka dianggap keliru.

Cara terbaik menangani seseorang ketika Anda menyadari bahwa ia berada di puncak keBodohan adalah dengan membantu ia memahami bahwa segala sesuatunya lebih kompleks daripada yang ia pikirkan melalui penalarannya sendiri. Artinya, ia harus menyadari sendiri bahwa terdapat lebih banyak kondisi atau perkara daripada yang ia perkirakan sebelumnya.

Berikut adalah dua cara melakukannya:

1. Pelatihan

Jika Anda mengelola anggota tim, maka Anda dapat menggunakan pembinaan untuk memberikan umpan balik tentang ide dan kemajuan kerja mereka. Cara ini mungkin tidak terlalu kritis, tetapi harus bisa membantu anggota tim mengeksplorasi potensi masalah dengan ide-ide mereka sendiri.

Seiring waktu dengan menggunakan pendekatan ini, anggota tim tidak hanya akan mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang masalah yang mungkin muncul. Mereka juga akan mengembangkan seperangkat alat dan strategi untuk menganalisis situasi masalah potensial yang mungkin terjadi. Ini akan membantu mereka menjadi lebih berpengetahuan dan realistis dalam menentukan suatu pendekatan.

2. Pengelolaan ke Atas

Tujuannya di sini sebenarnya mirip dengan pelatihan manajer kepada stafnya. Anda ingin atasan Anda menyadari sendiri bahwa sebenarnya idenya lebih kompleks dan penuh dengan kesulitan daripada yang ia bayangkan.

Karena Anda tidak memiliki tanggung jawab manajemen lini terhadap atasan, Anda tidak dapat melatih mereka secara formal. Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah mencoba melakukan pengelolaan khusus. Cara ini melibatkan:

  • Antisipasi terhadap kebutuhan atasan Anda.
  • Komunikasi secara teratur dengan atasan untuk memberi informasi yang lebih baik sehingga ia dapat membuat keputusan yang lebih baik.
  • Percakapan dengan sosok kunci lainnya demi memastikan mereka memiliki informasi latar belakang yang diperlukan untuk membuat keputusan yang lebih tepat.
  • Pengondisian khusus agar semua usaha di atas dilihat sebagai sumber bantuan positif dan masukan kunci dalam pengambilan keputusan.

Fenomena yang berkebalikan dari Efek Dunning-Kruger sampai taraf tertentu dinamakan Sindrom kebohongan. Seseorang yang memiliki kemampuan tinggi tetapi meyakini bahwa kemampuan tersebut sebenarnya sangat rendah. Singkatnya, walaupun kemampuannya tinggi, dia merasa seperti seorang penipu atau meyakini bahwa ia memalsukan kompetensinya dalam beberapa hal.

Sementara orang-orang yang berada di puncak keBodohan terlalu percaya diri secara tidak wajar, orang-orang yang mengalami sindrom ini merasa tidak percaya diri. Mereka percaya bahwa kesuksesan yang ia miliki hingga saat ini adalah keberuntungan bukannya kerja keras dan penilaian onjektif.

Hal terakhir yang kembali kami ingatkan adalah Efek Dunning-Kruger dimiliki semua orang, hanya saja memiliki kadar yang berbeda-beda antara satu orang dengan lainnya. Dibutuhkan pengetahuan yang cukup untuk menyadari dengan sendirinya sejauh mana ketidaktahuan seseorang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.