Memahami Teori Peran Belbin (2)

Sekarang setelah kita memahami latar belakang bagaimana model itu muncul, mari kita definisikan arti dan preferensi masing-masing klaster dan peran dalam tim yang dirumuskan Belbin itu.

1. Peran yang Berorientasi sebagai Pemikir

Peran pemikir adalah sebagai inovator dalam tim. Tanpa ide-ide baru, sebuah tim mungkin kehabisan tenaga. Peran sebagai pemikir inilah yang memicu munculnya peluang.

Perencana

Perencana adalah orang yang berorientasi pada pemikiran yang selalu memunculkan ide-ide baru dan inovatif. Meskipun hebat dalam menghasilkan ide, mereka sering tertutup dan lebih suka bekerja sendiri. Perencana suka dipuji karena ide, kecerdasan, dan pekerjaannya, tetapi cenderung sulit menerima kritik.

Kelemahan: Memiliki kecenderungan untuk tidak bekerja dalam batasan yang telah diberikan, seperti batasan waktu atau anggaran. Dapat juga mennyusahkan karena menghasilkan ide-ide yang tidak praktis.

Penilai

Peran yang juga disebut sebagai Monitor Evaluator adalah peran yang berorientasi pada pemikiran analitik mengenai ide dan pilihan yang dihasilkan orang lain. Intinya, mereka mengambil ide dari perencana kemudian menentukan ide mana yang bagus dan mana yang kurang bagus. Penilai adalah pemikir kritis yang hebat.

Kelemahan: Meskipun menjadi pemikir kritis yang hebat, penilai cenderung tidak memiliki dorongan, dan tidak memiliki kemampuan untuk memotivasi orang lain. Mereka sering kali terlalu kritis terhadap orang lain.

Spesialis

Spesialis adalah orang yang berorientasi pada peran yang mengandalkan pemikiran dengan pengetahuan tertentu untuk melakukan pekerjaan tertentu yang biasanya spesifik, dan karena itu mereka memainkan peran penting dalam tim karena tidak ada orang lain yang memiliki keterampilan untuk memenuhi peran mereka. Keterampilan spesialis terbatas dan mereka akan langsung beraksi ketika keterampilan mereka dibutuhkan.

Kelemahan: spesialisasi mereka adalah kekuatan mereka, tetapi mereka cenderung tidak begitu berguna bagi tim saat spesialisasi mereka tidak diperlukan. Dapat dikatakan mereka kurang fleksibel dan sering tidak melihat gambaran yang lebih besar.

2. Peran yang Berorientasi pada Tindakan

Peran ini berkenaan dengan orang-orang yang menyukai penyelesaian suatu pekerjaan. Alih-alih membahas strategi dan masalah konseptual, orang-orang ini hanya ingin bekerja dan menyelesaikan pekerjaannya itu.

Pembentuk

Pembentuk adalah orang yang cenderung berorientasi pada tindakan yang menantang tim untuk berkembang. Mereka berada dalam kondisi terbaiknya saat di bawah tekanan. Mereka biasanya bersifat ekstrovert, dan senang memimpin serta mendapatkan kinerja terbaik dari tim.

Pembentuk terkadang mempertanyakan norma dan melihat tantangan sebagai peluang, mereka tidak keberatan menjadi konfrontatif, jika diperlukan, demi melihat impiannya membuahkan hasil.

Sementara tim yang terlalu banyak diisi oleh pembentuk akan terus-menerus berdebat dan tidak menyelesaikan apa-apa, memiliki satu pembentuk adalah cara yang paling tepat untuk mendorong tim agar efektif meraih hasil.

Kelemahan: Pembentuk cenderung merupakan seorang individu yang argumentatif dan sering kali melukai perasaan orang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.