Ringkasan Buku Good to Great – Konsep ke-4, Konsep Landak

Konsep ke-4 yang ditawarkan oleh buku “Good to Great” adalah Konsep perilaku Landak – agar lebih singkat selanjutnya disebut konsep landak. Untuk menjelaskan konsep ini, kita lihat perbedaan antara rubah dan landak.

Rubah adalah makhluk yang sangat pintar. Ia melihat dunia dengan segala kompleksitasnya dan dapat melakukan banyak hal sekaligus. Landak adalah makhluk yang jauh lebih sederhana. Ia tidak memiliki berbagai kompleksitas. Ini terlihat saat landak mendapat ancaman, ia hanya mampu melakukan satu hal dengan baik – meringkuk menjadi bola untuk melindungi diri sendiri.
Landak tidak mampu melihat kerumitan. Yang mereka lihat hanyalah satu tujuan dan mereka mengeksekusi untuk mencapai tujuan itu.

Perusahaan yang hebat berperilaku mirip landak. Mereka hanya melakukan yang terbaik menurut mereka dan menghindari segala godaan. Dengan kemampuan sumber dayanya, perusahaan besar Sangat mudah tergoda untuk teralihkan konsentrasinya. Mereka bahkan harus berjuang untuk mencegah peralihan konsentrasi itu terjadi.

Bagaimana membuat organisasi menjadi lebih mirip landak dan tidak mirip rubah? Anda dapat menemukan caranya dengan menjawab 3 pertanyaan ini:

Hal apa yang paling disukai?

Ini adalah pertanyaan penting karena passion bisa sangat memotivasi. Perusahaan yang hebat tidak perlu menunjukkan apa yang harus disukai oleh karyawannya. Mereka sudah menemukan apa yang menjadi hasrat karyawannya dan kemudian mencari proyek yang selaras dengan hasrat tersebut.

Dalam hal apa organisasi bisa menjadi yang terbaik di dunia?

Ini tidak cuma sekadar bagaimana mengembangkan kompetensi utama. Ini tentang memutuskan bidang yang dapat dilakukan oleh organisasi, yang mana dalam bidang itu organisasi bisa melakukannya lebih baik daripada pesaing. Kemudian berfokus pada bidang itu sehingga tidak ada yang lain yang dapat menandingi. Patut diperhatikan, yang dimaksud adalah berfokus pada apa yang bisa dilakukan untuk jadi yang terbaik, bukan apa yang diinginkan jadi yang terbaik.

Apa yang menggerakkan roda ekonomi?

Apa faktor yang mendatangkan hasil ekonomis untuk organisasi? Perumpamaan faktor itu seperti darah yang mengalir dalam tubuh kita. Itu tidak selalu mendefinisikan apakah kita, siapa kita, dan tentang apa kita. Tetapi tanpa itu, kita tidak bisa bertahan lama.

Jika sebuah perusahaan mampu menjawab tiga pertanyaan di atas dengan satu jawaban, maka kemungkinan besar perusahaan itu akan berhasil.

Butuh waktu bagi perusahaan mengembangkan Konsep Landaknya, konsep itu tidak akan langsung jadi dalam semalam. Untuk mengembangkan Konsep Landak, banyak perusahaan membentuk semacam Dewan Bisnis.

Dewan bisnis adalah sekelompok orang dari berbagai bidang dalam perusahaan yang bertemu secara rutin. Mereka ditugasi untuk merancang Konsep ini. Setelah rumusan Konsep landak ditetapkan, dewan ditugaskan untuk memastikan bahwa konsep ini dapat segera diterapkan.

Agar berfungsi efektif, dewan ini membutuhkan orang yang tepat di dalamnya. Dewan ini biasanya diisi oleh eksekutif yang sangat senior ditambah orang-orang dari semua tingkat manajerial di organisasi.

Demikianlah penjabaran tentang konsep landak, konsep ke-4 dalam buku ini. Sudahkah Anda menyusun konsep landak organisasi Anda?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.