Analisa VRIO 1

Kerangka VRIO atau Model VRIO adalah bagian dari sudut pandang analisa berbasis sumber daya; Resource-Based View (RBV), yang merupakan perspektif yang mengkaji hubungan antara karakteristik internal perusahaan dan kinerjanya. Oleh karena itu, RBV melengkapi perspektif Organisasi Industri (I / O) yang lebih melihat faktor eksternal seperti daya saing untuk menentukan kinerja dan potensi keuntungan (misalnya Porter’s Five Forces).

Organisasi harus melihat dirinya untuk menemukan sumber keunggulan kompetitif. Oleh karena itu, konsep utama dalam pandangan ini adalah Sumber Daya Perusahaan dan Keunggulan Kompetitif yang Berkelanjutan.

Sumber daya perusahaan dapat didefinisikan sebagai ‘semua aset, kapabilitas, proses organisasi, atribut perusahaan, informasi dan pengetahuan yang dikendalikan oleh perusahaan yang memungkinkannya untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitasnya’.

Definisi

Kerangka kerja VRIO adalah alat yang digunakan untuk menganalisis sumber daya dan kapabilitas internal perusahaan untuk mengetahui apakah mereka dapat menjadi sumber keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. VRIO merupakan akronim dari 4 kata kunci, yaitu Valuable, Rare,  Imitatibility, Organized. 

Memahami perangkatt analisa VRIO

Untuk memahami sumber keunggulan kompetitif, perusahaan menggunakan banyak perangkat untuk menganalisis lingkungan eksternal (Porter’s 5 Forces, PEST analysis) dan internal (Value Chain analysis, BCG Matrix). VRIO adalah salah satu perangkat analisa kekuatan internal perusahaan.

Barney, J. B. pada tahun 1991 memperkenalkan analisa VRIN. yang mana ia mengidentifikasi empat kondisi yang harus dimiliki kapabilitas perusahaan agar menjadi sumber keunggulan kompetitif yang berkesinambungan. Menurutnya, sumber daya harus bernilai, langka, tidak dapat ditiru secara sempurna, dan tidak dapat disubstitusi; valuable, rare, imperfectly imitable & non-substitutable. 

Pada tahun 1995, dalam karya selanjutnya ‘Looking Inside for Competitive Advantage’ Barney telah memperkenalkan kerangka kerja VRIO, yang merupakan penyempurnaan dari model VRIN. Analisis VRIO tersusun oleh empat ide dasar yang menanyakan apakah sumber daya itu: berharga (valuable)? langka (rare)? mahal untuk ditiru (imitate)? Dan apakah perusahaan sudah terorganisir untuk mengoptimalkan nilai sumber daya itu (organized)? Sumber daya yang memenuhi empat atribut di atas bisa membawa keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.

~ Berharga

Poin pertama kerangka kerja ini menanyakan apakah sebuah sumber daya memiliki nilai tambah. Dengan memanfaatkan sumber daya itu memungkinkan perusahaan untuk mengeksploitasi peluang atau mempertahankan diri dari ancaman. Jika jawabannya ya, maka sumber daya dianggap berharga. Sumber daya juga dinilai berharga jika membantu organisasi meningkatkan nilai yang dirasakan pelanggan. Yaitu ketika dilakukan peningkatan diferensiasi atau / dan penurunan harga produk. Sumber daya yang tidak dapat memenuhi kondisi ini akan menyebabkan kerugian kompetitif. Perusahaan harus terus meninjau nilai sumber daya karena kondisi internal atau eksternal yang terus berubah. Adanya perubahan itu bisa membuat sumber daya menjadi kurang berharga atau malah tidak berguna.

Kelanjutan pembahasan topik ini bisa dibaca pada postingan bagian ke-2.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.