Analisa VRIO 2

Pada postingan sebelumnya ditutup dengan pembahasan mengenai bagaimana sumber daya dianggap berharga bagi perusahaan. Berikut ini adalah kelanjutan dari pembahasan analisa VRIO.

~ Langka

Sumber daya yang hanya dimiliki oleh segelintir perusahaan dapat dianggap sebagai sumber daya yang langka. Kapabilitas yang langka dan berharga bisa membuat keunggulan kompetitif temporer bagi perusahaan. 

Sebaliknya, ketika lebih banyak perusahaan memiliki sumber daya yang sama atau menggunakan kapabilitas dengan cara yang sama, akan mengarah pada keseimbangan kompetitif. Ini karena perusahaan dapat menggunakan sumber daya yang identik untuk menerapkan strategi yang sama dan tidak ada organisasi yang dapat mencapai kinerja yang unggul.

Perusahaan tidak boleh mengabaikan sumber daya yang berharga tetapi umum. Kehilangan sumber daya dan kapabilitas yang berharga akan merugikan organisasi karena sumberdaya seperti itu penting agar organisasi bisa bertahan di pasar.

~ Mahal untuk Ditiru

Sumber daya dianggap mahal untuk ditiru jika organisasi lain yang tidak memilikinya tidak dapat meniru, membeli, atau menggantinya dengan harga yang wajar. Peniruan dapat terjadi dalam dua cara: dengan langsung meniru (menduplikasi) sumber daya atau menyediakan produk / layanan yang sebanding (menggantikan).

Perusahaan yang memiliki sumber daya yang berharga, langka dan mahal untuk ditiru dapat (tetapi tidak selalu) mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Terdapat tiga alasan mengapa sumber daya sulit untuk ditiru:

# Kondisi sejarah. Sumber daya yang dikembangkan karena peristiwa sejarah atau dalam jangka waktu yang lama biasanya mahal untuk ditiru.

# Ambiguitas kausal. Perusahaan tidak dapat mengidentifikasi sumber daya tertentu yang menjadi penyebab keunggulan kompetitif.

# Kompleksitas Sosial. Sumber daya dan kapabilitas yang didasarkan pada budaya perusahaan atau hubungan interpersonal.

~ Diorganisir agar Bisa Dioptimalkan

Sumber daya itu sendiri tidak memberikan keuntungan apa pun bagi perusahaan jika tidak diatur agar bisa dioptimalkan manfaatnya. Perusahaan harus mengatur sistem manajemen, proses, kebijakan, struktur organisasi dan budaya untuk dapat sepenuhnya menyadari potensinya yang berharga, kelangkaannya dan betapa mahal itu untuk ditiru. Hanya dengan demikian perusahaan dapat mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.

Menggunakan Perangkat VRIO

Langkah 1. Identifikasi sumber daya yang berharga, langka dan mahal untuk ditiru.

Terdapat dua macam sumber daya, yaitu yang berwujud dan tidak berwujud. Aset berwujud misalnya seperti tanah, gedung dan mesin produksi. Semua perusahaan dapat dengan mudah mendapatkannya di pasar sehingga aset berwujud jarang menjadi sumber keunggulan kompetitif. Di sisi lain, aset tidak berwujud, seperti reputasi merek, merek dagang, kekayaan intelektual, sistem pelatihan yang unik, atau cara spesifik yang diterapkan perusahaan, tidak dapat diperoleh dengan mudah dan menawarkan manfaat keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Oleh karena itu, untuk menemukan sumber daya yang berharga, langka dan mahal untuk ditiru, pertama-tama adalah melihat aset tidak berwujud.

~ Menemukan sumber daya yang berharga:

Cara mudah untuk mengidentifikasi sumber daya tersebut adalah dengan melihat hasil analisis SWOT. Analisis SWOT mengenali sumber daya perusahaan yang bisa digunakan untuk mengeksploitasi peluang atau mempertahankan diri dari ancaman; itulah yang disebut sumber daya yang berharga. 

Kelanjutan pembahasan topik ini bisa dibaca pada postingan bagian ke-3.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.