Mengapa Karyawan Lama Mengalami Penurunan Produktifitas

Kasus seperti ini sering kita temui. Padahal karyawan lama memiliki nilai yang berharga bagi perusahaan, utamanya pada pengalaman kerjanya. 

Bila karyawan senior ini mengalami penurunan kinerja, ini akan berimbas kepada karyawan yang lain. Utamanya karyawan yang lebih junior, mereka akan mencontoh karyawan yang lebih senior. Sebab bagi karyawan junior, karyawan senior mewakili nilai-nilai yang dimiliki perusahaan. 

Di lapangan kerja apa sebenarnya penyebab kejadian ini?

Tidak mendapatkan perhatian yang sewajarnya. 

Pada banyak kesempatan karyawan ini pernah mengusulkan gagasan yang ia maksudkan untuk meningkatkan produktifitas perusahaan. Namun sayangnya jajaran pimpinan tidak menggubris gagasan itu. 

Tapi pada kesempatan yang lain, muncul gagasan yang sama, hanya saja ini diungkap oleh karyawan yang lebih junior. Bedanya, jajaran pimpinan menerima usulan ini dan dimplementasikan.

Jadi bisa dibayangkan bagaimana perasaan karyawan senior tersebut. Ia merasa usulan yang ia sampaikan demi kebaikan perusahaan, ia sudah berusaha ikut memikirkan yang terbaik bagi perusahaan, tapi ketika disampaikan malah tidak diperhatikan.

Bekerja paling maksimal dengan gaji paling minimal

Dalam beberapa kasus, karyawan seniorr menyatakan kalau dalam kesehariannya ia datang paling awal dan pulang paling akhir. Ia berlaku seperti itu karena rasa tanggung jawabnya mulai datangnya barang hingga barang itu dikirim. Ia juga perlu memastikan  pesanan customer telah diterima. 

Namun setelah beberapa saat ia mengetahui kalau gaji yang ia terima ternyata lebih kecil dari karyawan yang lebih junior. Melihat kenyataan itu ia merasa adanya ketimpangan dalam pekerjaan. Karena itu karyawan senior ini menurunkan kinerjanya agar sesuai dengan gaji yang ia terima.

Merasa bekerja sendirian

Karyawan yang lebih junior tidak mau belajar ketika bekerja. Sebagian besar tugas diselesaikan oleh karyawan senior. Sudah beberapa kali karyawan senior membagikan petunjuk bagaimana cara menyelesaikan pekerjaan. Namun karyawan junior masih juga mengulang kesalahannya. Ujung-ujungnya karyawan yang senior inilah yang harus mengerjakan kembali. 

Kejadian ini terus berlangsung karena tidak ada keterlibatan pimpinan. Mereka menyerahkan semua tanggung jawab kepada karyawan senior. Mereka bersikap masa bodoh. Wajar saja bila terjadi penurunan produktifitas, karena karyawan senior merasa bekerja paling keras, tidak memiliki jabatan tapi tanggung jawab paling besar dan gaji paling rendah.

Tidak mendapatkan penghargaan yang layak.

Karyawan senior ini sebenarnya berdedikasi tinggi dan bekerja keras, namun ia tidak pernah mendapat apresiasi yang layak. Apresiasi berupa ucapan terima kasih atau pujian yang tulus dari pimpinan sebenarnya dapat sangat membekas di perasaan karyawan dan mampu menambah motivasi.

Semakin besar perusahaan semakin tidak jelas arah tujuannya.

Jika ingin mempertahankan karyawan lama, pimpinan harus berinisiatif menjalin komunikasi dan hubungan kerja sama. Karyawan lama bisa diibaratkan partner kerja yang sudah teruji melewati berbagai tantangan bisnis. Dalam beberapa keputusan penting, pimpinan bisa melibatkan mereka agar bisa mempertahankan rasa ikut memiliki perusahaan.

Bagaimana manajemen di organisasi Anda menangani para karyawan senior ini?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.