Apa Itu Reorientasi?

Reorientasi adalah membawa kembali individu yang sebelumnya merupakan karyawan perusahaan tetapi sudah tidak aktif selama beberapa periode. Ide utamanya adalah mempersiapkan orientasi seseorang yang sebenarnya sudah mengenal baik perusahaannya tetapi telah lama tidak aktif. Hal ini terkait erat dengan masa pasca pandemi virus global yang banyak membuat perusahaan merumahkan karyawannya.

Ada banyak langkah yang harus diambil perusahaan untuk memastikan proses reorientasi yang sukses. Berikut ini beberapa di antaranya:

Beri tahu karyawan tentang kebijakan baru terkait virus. Sebagai contoh:

  • Apa persyaratan alat pelindung diri (APD) organisasi? Apakah ini sukarela atau wajib? Apa yang akan disediakan oleh perusahaan?
  • Bagaimana berinteraksi dengan rekan kerja? Bagaimana bila dengan klien atau vendor?
  • Berapa banyak orang yang diperbolehkan di tempat kerja pada satu waktu atau di ruang tertentu?
  • Adakah pedoman jarak sosial lainnya?
  • Apakah pemeriksaan suhu diperlukan?
  • Siapa yang harus diberi tahu jika karyawan merasa sakit?
  • Bagaimana penanganan seharusnyajika perlu batuk atau bersin? Apa protokolnya?

Jelaskan semua yang sedang dikerjakan organisasi untuk sementara, seperti klien baru, vendor baru, atau pembaruan produk / proses.

Jika ada perubahan proses kerja untuk sementara, berikan pelatihan tentang hal itu. Misalnya, organisasi menggunakan layanan konferensi video lebih sering daripada sebelumnya, karyawan yang lama tidak berada di organisasi selama beberapa bulan terakhir mungkin saja belum mengetahui operasionalnya, mereka perlu dibiasakan.

Jika sistem atau perangkat lunak absensi disetel ulang atau dinon-aktifkan, ini harus dipulihkan.

Jika ada kebijakan pola kerja online yang baru, detailnya perlu dijelaskan.

Jika ada tunjangan baru, komunikasikan ini. Jika tunjangan sebelumnya tidak lagi tersedia, beri tahu juga tentang hal ini.

Komunikasikan dengan cermat tentang seberapa cepat karyawan lain akan dipekerjakan kembali dan apakah semua karyawan pada akhirnya akan kembali.

Komunikasikan tentang semua perubahan pada peran atau tanggung jawab karyawan setelah kembali.

Saat ini, faktor lain yang perlu diperhatikan oleh perusahaan adalah bahwa krisis virus ini telah menciptakan kecemasan karena situasi yang serba tidak pasti. Melakukan orientasi kembali harus dilakukan dengan kehati-hatian. Beberapa kiat:

  • Pastikan komunikasi sering dilakukan, dan perhatikan hal-hal dari sudut pandang karyawan.
  • Berhati-hatilah untuk tidak terlalu cepat dan terlalu banyak memberi informasi pada karyawan.
  • Pertimbangkan untuk menambahkan tunjangan untuk mengatasi masalah krisis ini, seperti program bantuan karyawan, jika perusahaan belum memilikinya. (Jika sudah memilikinya, pastikan semua orang menyadarinya dan tahu cara menggunakannya.)
  • Komunikasikan tentang fasilitas konseling yang tersedia jika memang ada.
  • Ingatlah bahwa karyawan yang kembali dari masa cuti mungkin mengalami penurunan tingkat kepercayaan pada organisasi, terutama pada aspek khusus yang menyangkut dirinya secara langsung.
  • Bicarakan dengan karyawan tentang perubahan kebutuhan mereka dalam situasi ini.

Satu tip terakhir untuk perusahaan: Ingatlah bahwa tim SDM perlu terus berkomunikasi dengan karyawan yang belum dimasukkan kembali untuk memastikan mereka terus mendapat informasi. Beri tahu apakah mereka akan dipanggil kembali dan kapan, jika bisa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.