Jangan Berbicara Melebihi Kebutuhan (1)

Menjaga apa saja yang keluar dari mulut adalah sebuah hal penting dalam mempertahankan jabatan, terkhusus sebagai pemimpin. Hallllll inilah yang digambarkan sebagai prinsip keempat oleh buku The 48 Laws of Power ´┐╝karya Robert Greene. Penulis menyampaikan prinsip jangan berbicara melebihi apa yang dibutuhkan.

Mengapa ini penting? Saat Anda mencoba membangun kesan dengan kata-kata, seiring dengan banyaknya yang Anda katakan, semakin biasa Anda terlihat dan semakin sedikit kendali yang Anda miliki. Sebaliknya, jika Anda mengatakan sesuatu yang basi sekalipun, itu akan terlihat luar biasa jika Anda membuatnya samar dan misterius. Orang terkesan berwibawa dan mengintimidasi dengan sedikit berkata-kata. Semakin banyak yang Anda katakan, semakin mungkin Anda untuk mengatakan sesuatu yang bodoh.

Coriolanus adalah seorang pahlawan militer Romawi kuno yang selalu menyelamatkan kota dari serangan musuh. Pada tahun 454 SM, ia mencalonkan diri sebagai konsul. Meskipun pidato pertamanya sukses dengan menunjukkan puluhan bekas luka, pidato keduanya sombong dan kasar, membuat rakyat marah dan tidak memilihnya sebagai konsul.

Setelah kekalahan dalam pemilihan, Coriolanus kembali ke medan perang dengan perasaan pahit dan bersumpah akan membalas dendam pada rakyat yang menolak memilihnya. Saat pengiriman besar biji-bijian tiba di Roma, Coriolanus mengambil alih senat dan menentang distribusi gratis biji-bijian kepada rakyat. Ia bahkan menyarankan untuk menghapus perwakilan rakyat (tribun) dan menyerahkan pemerintahan pada elit. Rakyat marah dan menuntut agar Coriolanus meminta maaf, namun ia malah melemparkan cacian dalam pidatonya. Tribun menghukumnya dengan hukuman mati, tetapi diubah menjadi pembuangan seumur hidup oleh elit. Rakyat merayakannya secara besar-besaran, bahkan melebihi kemeriahan perayaan kemenangan atas pasukan musuh.

Apa hikmah yang bisa diambil dari kisah sang pahlawan Romawi ini? Meskipun nyatanya dia dihormati karena prestasi militernya, ketika dia berbicara di hadapan warga Romawi, dia terlihat sombong, menghina, dan tidak dapat mengendalikan kata-katanya. Ini membuat keagungan, misteri, dan legenda yang melekat pada namanya menjadi lenyap, dan membuat orang kecewa. Jika Coriolanus tidak banyak berbicara, dia mungkin masih bisa mempertahankan auranya yang kuat dan dapat mencapai tujuan antidemokrasinya. Namun, karena dia tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri, dia gagal di politik dan akhirnya diasingkan.

Seseorang yang tidak bisa mengendalikan kata-katanya menunjukkan bahwa dia tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri, dan tidak layak dihormati. Lidah manusia baagaikan binatang liar yang hanya sedikit orang yang bisa menguasainya. Binatang ini berusaha keras untuk keluar dari kandangnya, dan jika tidak dijinakkan, ia akan menjadi semakin buas dan mendatangkan kehancuran bagi pemiliknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *