Bagaimana Membuat Program Pelatihan Kepatuhan Lebih Menarik

Kepatuhan atau ketaatan terhadap peraturan yang berlaku sangat penting bagi organisasi mana pun yang ingin sukses dalam jangka panjang, terlepas dari ukuran atau pendapatannya.

Ketidakpatuhan berpotensi merugikan organisasi secara materi dalam bentuk tuntutan hukum, pelanggaran keselamatan, denda peraturan, dll. Sudah waktunya perusahaan melindungi karyawannya dengan pemahaman terhadap peraturan melalui pelatihan kepatuhan.

Berikut adalah beberapa cara agar program pelatihan kepatuhan menjadi lebih menarik.

Pertimbangkan Keberadaan Generasi Milenial sebagai Peserta Pelatihan 

Zaman milenium identik dengan orang-orang yang aktif dan memiliki mobilitas tinggi, jadi kembangkan program pelatihan yang bisa diakses perangkat seluler. Selain itu, fokuskan pada strategi pembelajaran mikro jika ingin materi pelatihan kepatuhan itu benar-benar dipahami peserta pelatihan – yang notabene merupakan generasi milenial – dalam jangka panjang.

Pertimbangkan untuk menggunakan teknologi multimedia, mengadakan webinar, dan membuat atau berbagi konten video sesuai permintaan untuk program pelatihan kepatuhan tersebut, karena generasi sekarang selalu mengonsumsi dan mencari konten yang menarik dan interaktif, terutama konten video.

Sertakan Elemen Interaktif

Jika ingin program pelatihan kepatuhan ini lebih menarik, pastikan pelatihan tersebut menyertakan materi interaktif. Yaitu pembelajaran yang berbasis skenario, cerita atau bermain peran.

Peserta pelatihan bisa dilibatkan dalam suatu aktifitas pembelajaran. Sebagai contoh, peserta diperintahkan mengisi polling, mengikuti kuis, mengadakan simulasi, atau pembelajaran sosial.

Kontekstualisasikan Pelatihan agar Menjadi Lebih Relevan 

Jika ingin peserta pelatihan benar-benar terlibat dalam program pelatihan kepatuhan, buatlah materi di dalamnya relevan dengan tugas dan tanggung jawab mereka di dunia kerja sehari-hari.

Misalnya, pemateri bisa mendemonstrasikan ketaatan terhadap aturan pencegahan pelanggaran dalam skenario kerja sehari-hari, memperagakan seperti apa yang dimaksud pelanggaran keselamatan, atau menunjukkan cara pencegahan pelanggaran prosedur kerja.

Jangan hanya memberi karyawan setumpuk pedoman aturan dan mengharapkan mereka mematuhinya. Karyawan juga harus melihat bagaimana aturan atau regulasi kepatuhan berlaku atas mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Memotivasi dan Memberi Insentif kepada Peserta Pelatihan 

Peserta pelatihan atau karyawan bisa diberikan semacam poin atau lencana apabila mereka sudah menyelesaikan sebuah modul pelatihan kepatuhan. Cara ini merupakan salah satu contoh insentif yang bisa mendorong mereka aktif dalam pelatihan yang diadakan dengan teknik gamifikasi.

Atau, menawarkan kartu hadiah kepada karyawan yang menyelesaikan persyaratan program pelatihan kepatuhan lebih cepat dari jadwal. Bisa juga dengan mewajibkan calon pemimpin dan manajer untuk menyelesaikan program pelatihan kepatuhan sebelum mereka memenuhi syarat untuk mendapatkan promosi atau tanggung jawab tambahan.

Gunakan Sumber Daya Penting Lainnya

Perusahaan yang memiliki budaya keterbukaan akan banyak melibatkan karyawannya, maka pastikan untuk memberikan informasi terkait peraturan yang relevan dengan karyawan untuk memotivasi mereka terlibat dan menyelesaikan persyaratan program pelatihan kepatuhan.

Misalnya, dengan menunjukkan statistik kemungkinan cedera saat menggunakan mesin tanpa prosedur sesuai standar, atau tunjukkan statistik pelaporan pelecehan seksual di perusahaan beserta fakta akibatnya selama program pelatihan pencegahan pelecehan seksual untuk menekankan pentingnya pelatihan tersebut.

Pastikan setiap karyawan memiliki akses ke peraturan, kebijakan, dan dokumen prosedur kepatuhan yang terkait dan terupdate.

Pastikan program pelatihan kepatuhan di organisasi Anda lebih menarik dengan menerapkan beberapa poin yang disebutkan di atas.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.