Month: April 2017

5 Strategi Utama dalam Manajemen Konflik dalam Organisasi

Dalam situasi apapun yang melibatkan interaksi lebih dari satu orang, potensi konflik akan selalu ada sehingga manajemen konflik dalam organisasi memegang peranan penting untuk menjaga iklim kerja yang kondusif dalam organisasi. Penyebab berbagai konflik beragam. Dari perbedaan tujuan, perbedaan cara mencapai tujuan, maupun masalah-masalah ketidakadilan dalam organisasi. Konflik yang tidak dapat diselesaikan dengan baik akan berdampak pada menurunnya kepercayaan pada pimpinan atau organisasi dan menurunnya produktivitas. Dalam organisasi atau perusahaan yang sangat menuntut adanya kerja sama tim, konflik yang tidak tertangani menjadi sinyal kuat akan mulai redupnya kinerja perusahaan. Strategi Manajemen Konflik dalam Organisasi Akomodatif (Accomodating) Inti dari strategi akomodatif ini adalah menampung semua keinginan dari pihak-pihak yang berkonflik, yang bahkan seringkali bertentangan dengan kemauan salah satu pihak. Penggunaan strategi akomodasi sering terjadi ketika salah satu pihak ingin menjaga suasana kerja yang damai, tanpa konflik, atau menganggap bahwa masalah tersebut masalah kecil yang dapat ditoleransi. Menghindar (Avoiding) Strategi menghindar adalah upaya untuk menunda konflik tanpa batas. Dengan menunda atau mengabaikan konflik, avoider berharap masalah akan selesai dengan sendirinya seiring dengan waktu tanpa konfrontasi. Pada umumnya, mereka yang aktif menghindari konflik memiliki harga diri rendah atau memegang posisi/jabatan yang rendah yang merasa tidak berdaya menghadapi konflik secara langsung. Mengkolaborasikan (Collaborating) Kolaborasi dilakukan dengan cara mengintegrasikan ide-ide dari beberapa orang yang berkonflik. Tujuannya adalah untuk menemukan solusi kreatif yang dapat diterima oleh semua orang. Strategi kolaborasi memang cukup baik dalam mengikat...

Read More

Siklus Manajemen Kinerja – Perencanaan Kinerja

Siklus manajemen kinerja merupakan proses yang berkesinambungan yang dimulai dari perencanaan, pemantauan dan penilaian kinerja karyawan. Tahap 1 – Perencanaan Kinerja Tahap perencanaan merupakan kegiatan yang memerlukan kolaborasi yang melibatkan manajer dan karyawan. Pada tahap ini beberapa hal yang dapat didiskusikan adalah sebagai berikut: 1. Tinjau ulang uraian tugas karyawan untuk memastikan bahwa uraian tugasnya sudah sesuai dengan yang seharusnya dilakukan oleh karyawan. Jika karyawan telah mengambil tanggung jawab baru atau pekerjaan telah berubah secara signifikan, uraian tugas juga harus direvisi. 2. Identifikasi dan tinjau ulang apakah uraian tugas sudah selaras atau mendukung rencana kerja individu, rencana strategis, maupun tujuan organisasi secara keseluruhan. 3. Buat rencana kerja yang menguraikan tugas-tugas atau target kerja yang akan dicapai dan metode yang akan digunakan untuk mengevaluasi kinerja yang diharapkan. 4. Identifikasi cukup 3 sampai paling banyak 5 sasaran kinerja yang harus dicapai oleh karyawan dalam 1 tahun penilaian kinerja. Terlalu banyak sasaran/target kerja akan membuat karyawan tidak fokus. Sebaliknya apabila terlalu sedikit akan membuat karyawan tidak tertantang. 5. Identifikasi kebutuhan pelatihan yang diperlukan untuk membantu karyawan mengembangkan keterampilan, pengetahuan, dan kompetensi yang berkaitan dengan pekerjaan mereka. 6. Identifikasi tujuan pengembangan karir yang dapat menjadi bagian dari perencanaan karir jangka panjang karyawan. Kejelasan jalur karir ke depan membuat karyawan akan lebih terarah dan termotivasi. Di akhir proses perencanaan kerja, karyawan maupun manajer perlu menandatangani rencana kerja yang diusulkan. Salinan rencana harus diberikan kepada...

Read More

Mendongkrak Kinerja SDM melalui Sistem Manajemen Kinerja

Manajemen kinerja adalah suatu proses dimana manajer dan karyawan bekerja sama untuk merencanakan, memantau dan menilai pencapaian sasaran kerja karyawan serta kontribusi secara keseluruhan untuk organisasi. Proses ini secara keseluruhan dapat dibakukan menjadi suatu sistem yang disebut sebagai sistem manajemen kinerja. Lebih dari sekedar review kinerja tahunan, manajemen kinerja adalah proses yang terus menerus dimulai dari menetapkan tujuan, menilai kemajuan pelaksanaan target kerja, melakukan pembinaan (coaching, mentoring, counseling) serta umpan balik untuk memastikan bahwa karyawan memenuhi target kinerjanya dalam tahun berjalan dan tujuan karir. Daya Ungkit Sistem Manajemen Kinerja yang Efektif Manajemen kinerja merupakan sebuah sistem untuk merencanakan, mengendalikan dan mengevaluasi kinerja karyawan yang akan berdampak signifikan bagi kinerja karyawan maupun kinerja organisasi secara keseluruhan. Sebuah sistem manajemen kinerja akan efektif apabila: Uraian tugas bersifat spesifik dan jelas. Selaras dengan arah strategis dan budaya organisasi di perusahaan. Praktis dan mudah untuk dimengerti dan digunakan. Memberikan gambaran yang akurat tentang kinerja masing-masing karyawan. Melibatkan karyawan dengan komunikasi dua arah dalam proses menetapkan tujuan dan meninjau kinerja. Memantau dan mengukur hasil kerja dan perilaku kerja. Memberikan kesempatan pelatihan dan pengembangan untuk meningkatkan kinerja. Memberikan umpan balik yang konstruktif dan berkesinambungan terhadap kinerja. Pengembangan sistem manajemen kinerja yang efektif memerlukan waktu dan pengerahan sumber daya yang cukup tinggi. Oleh karena itu, dukungan dari dewan direktur (BOD) dan manajer senior sangat menentukan keberhasilan pada saat implementasi. Dukungan manajemen atas hasil dari proses manajemen...

Read More

Mengembangkan Karyawan dengan Coaching Skill

Apakah Anda seorang manajer ingin mengembangkan karyawan Anda? Maka coaching skill merupakan keterampilan wajib yang harus dimiliki oleh seorang manajer. Seorang manajer akan lebih efektif bertindak sebagai seorang “coach” daripada sebagai seorang “manajer”. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Bersin & Associates menunjukkan bahwa organisasi dengan para pemimpin senior yang melakukan coaching secara efektif dapat meningkatkan hasil bisnis mereka sebesar 21 % dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah melakukan coaching terhadap bawahannya. Pendekatan Coaching Banyak orang belum memahami secara pasti apa yang menjadi pembeda signifikan dalam pendekatan coaching. Berikut beberapa ciri khas pendekatan coaching: Coach, sebutan untuk orang yang melakukan...

Read More