Resensi Buku

Bagaimana OKR Membangun Koneksi Global dan Mendukung Transformasi Intuit

Artikel ini merupakan bagian dari rangkain artikel khusus yang mengupas tuntas buku Measure What Matters karya John Doerr. Pada pembahasan kali ini, kita akan menyelami studi kasus inspiratif dari perusahaan perangkat lunak legendaris, Intuit (pembuat TurboTax dan QuickBooks), khususnya pada Bab 9 yang menggambarkan bagaimana OKR (Objectives and Key Results) menjadi tulang punggung transformasi dan penciptaan transparansi organisasi.

Profil Intuit dan Fondasi Budaya Transparansi

Intuit dikenal sebagai perusahaan dengan ketangguhan jangka panjang, selalu mampu beradaptasi menghadapi persaingan. Kunci ketangguhan ini berakar pada budaya transparansi yang telah diwariskan sejak era pendiri, Scott Cook, dan diperkuat oleh mentor legendaris, Bill “Coach” Campbell. Filosofi dasarnya sederhana namun powerful: “Orang tidak bisa terhubung dengan apa yang tidak bisa mereka lihat.” Dalam konteks ini, OKR diadopsi sebagai alat untuk memastikan tidak ada informasi atau tujuan yang tersembunyi di dalam “silo” atau sekat antar departemen, sehingga seluruh organisasi bergerak selaras.

Implementasi Bertahap di Departemen IT (EBS)

Penerapan OKR di Intuit dimulai secara bijak di departemen IT yang disebut Enterprise Business Solutions (EBS) dipelopori oleh Atticus Tysen. Ia memulai dengan proyek percontohan terbatas pada laporan langsungnya, kemudian meluas ke tingkat direktur, dan akhirnya diadopsi oleh seluruh 600 karyawan di departemen tersebut. Atticus sangat menekankan agar OKR tidak menjadi beban birokrasi baru. Ia menginginkan “kepatuhan yang antusias”, di mana karyawan menggunakan OKR karena benar-benar merasakan manfaatnya dalam menghubungkan pekerjaan harian mereka dengan “True North” atau kompas strategis perusahaan.

OKR sebagai Perekat Transformasi Menuju Cloud

Tahun 2013 menjadi titik kritis bagi Intuit yang harus bertransformasi dari perusahaan perangkat lunak desktop menjadi perusahaan berbasis cloud, dari sistem tertutup ke platform terbuka. Tantangan teknisnya sangat besar, salah satunya adalah warisan sistem yang kompleks dan terfragmentasi, seperti adanya sembilan sistem penagihan berbeda. Kondisi ini membuat tim IT terus disibukkan dengan “pemadaman api” operasional. Di sinilah OKR berperan krusial dengan memberikan “perlindungan” (air cover) bagi para karyawan. OKR yang jelas memungkinkan mereka untuk secara sah menunda atau mengesampingkan tugas-tugas harian yang kurang strategis dan lebih fokus pada inisiatif jangka panjang yang mendukung transformasi besar tersebut.

Tiga Koneksi Utama yang Dihasilkan OKR

Implementasi OKR di Intuit berhasil menciptakan tiga jenis koneksi vital dalam organisasi. Pertama, Koneksi Vertikal memastikan karyawan di lokasi manapun, seperti di Bangalore, India, dapat melihat dengan jelas bagaimana kontribusi mereka terhubung langsung dengan tujuan tim, departemen, hingga misi global perusahaan. Kedua, Koneksi Horisontal memudahkan transparansi antar tim. Misalnya, tim e-commerce dan tim penagihan kini dapat saling mengakses OKR satu sama lain, memungkinkan koordinasi langsung di tingkat teknisi tanpa harus menunggu perintah atau rapat manajemen. Ketiga, Koneksi Global menghilangkan misteri tentang pekerjaan di kantor pusat bagi karyawan cabang, menumbuhkan rasa kesatuan dan kohesi di seluruh organisasi.

Budaya Pengambilan Keputusan Berbasis Data “Live”

Sebagai perusahaan yang bertransisi ke cloud, Intuit menyadari bahwa keputusan bisnis tidak bisa lagi hanya mengandalkan data historis. Para pemimpin tidak bisa hanya “melihat kaca spion” laporan penjualan kuartal lalu. Mereka perlu data real-time (live data) tentang berapa banyak pengguna yang mendaftar, mencoba, atau membeli produk hari ini. Oleh karena itu, salah satu OKR utama yang ditetapkan adalah membangun kapabilitas di mana setiap pekerja Intuit mampu membuat keputusan berdasarkan data “live” tersebut.

Contoh Konkret OKR di Tingkat Departemen

Buku ini memberikan contoh nyata OKR tingkat tinggi di departemen EBS. Salah satu Objective-nya adalah “Memodernisasi, merasionalisasi, dan mengamankan teknologi yang digunakan untuk menjalankan bisnis Intuit.” Key Results-nya mencakup tindakan spesifik seperti memigrasi sistem Oracle, menghadirkan platform penagihan grosir baru, dan menyusun rencana penghentian teknologi lama. Objective lain yang dicontohkan adalah menyediakan solusi teknologi tenaga kerja yang luar biasa, dengan Key Results berupa implementasi alat kolaborasi seperti Slack dan Google Docs untuk meningkatkan produktivitas global.

Kesimpulan

Melalui studi kasus Intuit, John Doerr menunjukkan bahwa OKR jauh lebih dari sekadar alat penilaian kinerja. Di tangan Intuit, OKR menjadi katalis transformasi budaya yang mengubah identitas departemen IT dari sekadar “pelaksana tugas” menjadi “penambah nilai bisnis” yang strategis. Transparansi mutlak yang dibawa OKR berhasil memudarkan batas antar departemen, meningkatkan otonomi karyawan, dan yang terpenting, membuat setiap individu di penjuru dunia merasa terhubung dan berkontribusi pada misi bersama perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *