Motivasi Kerja

Berjalan dengan Cinta dan Kematian: Seni Menemukan Keberanian di Tengah Ketakutan

Setiap dari kita pasti pernah merasakan bayang-bayang ketakutan yang mencengkeram. Entah itu saat hendak memulai proyek baru, berbicara di depan umum, atau mengambil keputusan penting yang mengubah hidup. Seringkali, kita diajarkan untuk melawan atau menaklukkan ketakutan ini. Namun, dalam bukunya, Steve Chandler memperkenalkan sebuah konsep yang lebih dalam dan transformatif: “Berjalan dengan Cinta dan Kematian” (Walking with Love and Death). Konsep ini menawarkan pendekatan radikal untuk mengubah hubungan kita dengan ketakutan, bukan dengan menghancurkannya, melainkan dengan memahami dan mengalihkan fokus kita pada kekuatan yang lebih besar.

Memahami “Kematian” sebagai Metafora Ketakutan

Dalam pemahaman Chandler, “kematian” yang dimaksud bukanlah akhir dari kehidupan fisik. Ia menggunakan kata ini sebagai metafora yang kuat untuk mewakili segala bentuk ketakutan yang menghantui kita. “Kematian” ini bisa berupa ketakutan akan kegagalan, rasa malu akibat penolakan, kehilangan pekerjaan, atau berakhirnya suatu hubungan. Pada intinya, setiap kali kita merasa takut, kita sebenarnya sedang berhadapan dengan “kematian” dari sebuah harapan, rencana, atau identitas yang kita pegang teguh. Alih-alih melarikan diri atau mengubur perasaan ini, Chandler mengajak kita untuk “berjalan bersama” ketakutan tersebut. Bayangkan ketakutan itu sebagai seorang pendamping dalam perjalanan yang tidak nyaman, namun selalu hadir. Dengan menerima kehadirannya tanpa membiarkannya mengambil alih kemudi, kita merampas kekuatannya untuk melumpuhkan kita.

Memilih “Cinta” sebagai Kompas Tujuan Hidup

Jika “kematian” adalah lambang dari segala yang kita takuti, maka “cinta” adalah perwujudan dari tujuan hidup yang otentik dan penuh makna. Chandler mendefinisikan “cinta” bukan sekadar perasaan romantis, melainkan sebagai energi positif yang mendorong kita untuk bertindak. Ini adalah semangat untuk menciptakan sesuatu yang baru, keinginan tulus untuk melayani dan memberi manfaat bagi orang lain, hasrat untuk terus bertumbuh, serta dorongan untuk berkontribusi tanpa pamrih. “Cinta” dalam konteks ini adalah alasan mendasar mengapa kita ingin bangkit dan bertindak, yang bersumber dari hati nurani dan nilai-nilai luhur kita. Motivasi ini jauh lebih kuat dan berkelanjutan dibandingkan dorongan ego atau keinginan untuk mendapat pengakuan semata.

Mengintegrasikan Cinta dan Kematian dalam Tindakan

Kekuatan sejati dari konsep ini terletak pada integrasinya. Kita tidak perlu menunggu hingga ketakutan kita hilang sama sekali untuk bisa melangkah. Sebaliknya, kita belajar untuk bertindak meskipun ketakutan itu masih ada, karena kita didorong oleh “cinta” yang menjadi kompas utama. Misalnya, Anda memiliki hasrat untuk memulai bisnis sosial yang membantu komunitas (cinta), tetapi di saat yang sama, Anda diliputi kecemasan akan kemungkinan gagal dan kehilangan modal (kematian). Daripada membiarkan ketakutan mengurung Anda, Anda mengakui dan menerimanya sebagai bagian dari risiko. Kemudian, Anda memilih untuk fokus pada semangat melayani dan menciptakan dampak positif. Anda melangkah maju bukan karena ketakutan sudah hilang, tetapi karena kekuatan “cinta” Anda lebih besar.

Rumus praktisnya sederhana namun mendalam. Pertama, akui dengan jujur kehadiran ketakutan tanpa menghakiminya. Kedua, gali dan pegang teguh “mengapa” di balik keinginan Anda—tujuan yang dilandasi oleh hati dan niat baik. Ketiga, ambil tindakan dengan menjadikan “cinta” sebagai panduan utama, sambil membiarkan “kematian” (ketakutan) ikut serta dalam perjalanan tanpa memberinya wewenang untuk menentukan arah. Dengan demikian, keberanian tidak lagi didefinisikan sebagai keadaan tanpa rasa takut, melainkan sebagai kapasitas untuk bertindak sesuai dengan nilai-nilai kita yang paling dalam, meskipun suara ketakutan masih berbisik. Ketakutan pun berubah dari musuh yang menakutkan menjadi sekadar pengingat bahwa kita sedang menjalani sesuatu yang benar-benar penting bagi hidup kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *