Resensi Buku

Menggunakan OKR untuk Menjaga Keselarasan Saat Perusahaan Berkembang

Dalam rangkaian pembahasan buku Measure What Matters karya John Doerr, Bab 8 menghadirkan studi kasus nyata yang menggambarkan kekuatan OKR dalam menciptakan dan mempertahankan keselarasan (alignment) organisasi. Bab ini mengisahkan perjalanan Mike Lee dan saudaranya, Albert, membangun MyFitnessPal dari ide sederhana hingga menjadi perusahaan dengan ratusan juta pengguna yang akhirnya diakuisisi oleh Under Armour. Cerita ini bukan sekadar kisah sukses startup, tetapi pelajaran berharga tentang bagaimana OKR mencegah kekacauan saat perusahaan tumbuh pesat.

Asal-Usul dan Misi yang Jelas

Kisah MyFitnessPal berawal dari tujuan personal Mike Lee dan istrinya, Amy, yang ingin menurunkan berat badan menjelang pernikahan mereka. Frustrasi dengan proses pencatatan kalori manual di kertas, Mike, yang seorang pemrogram, memutuskan menciptakan solusi digitalnya sendiri. Selama delapan tahun, mereka mendanai aplikasi ini secara mandiri hingga pada 2013 pengguna mencapai 45 juta. Investasi dari Kleiner Perkins kemudian melonjakkan jumlah pengguna hingga lebih dari 120 juta. Di balik pertumbuhan ini, misi mereka tetap sederhana namun kuat: membantu orang membuat pilihan harian yang sehat dengan mengungkapkan data yang sebelumnya tersembunyi, seperti kandungan kalori makanan.

Kebutuhan Mendesak akan Sistem Keselarasan

Mike Lee memahami bahwa OKR bukanlah “pulau” yang terisolasi, melainkan jaringan yang menghubungkan seluruh pekerjaan vital organisasi. Pemahaman ini lahir dari pengalaman buruknya di perusahaan sebelumnya, yang hanya mengandalkan rencana finansial tahunan tanpa struktur tujuan berkelanjutan. Akibatnya, antar tim tidak saling mengetahui pekerjaan masing-masing, menghabiskan waktu dalam rapat yang tidak efektif, dan pada dasarnya kehilangan arah. Dia memberikan analogi yang tepat: organisasi tanpa keselarasan bagai dua orang di perahu yang mendayung ke arah berlawanan; mereka mengeluarkan banyak energi tetapi tidak bergerak maju.

Evolusi dan Kesalahan Awal dalam Penerapan OKR

Pada masa awal MyFitnessPal, saat tim masih sangat kecil, keselarasan mudah dijaga melalui komunikasi harian yang informal. Namun, saat pengguna mencapai 35 juta dan tim mulai membesar, kekacauan (entropy) muncul. Orang-orang hebat yang mereka rekrut mulai bergerak ke berbagai arah tanpa koordinasi. Dalam penerapan OKR pertama mereka, mereka melakukan beberapa kesalahan krusial. Pertama, mereka terbalik pendekatannya: membuat OKR untuk orang tertentu alih-alih mencocokkan orang dengan OKR perusahaan. Kedua, terlalu banyak OKR yang dibuat sehingga fokus perusahaan hilang—istilahnya, “kehilangan hutan karena terlalu fokus pada pohon”. Ketiga, ketergantungan antar tim tidak terkelola. Contohnya, tim pemasaran menetapkan tujuan mengirim email massal tanpa berkoordinasi dengan tim insinyur, yang akhirnya menyebabkan kegagalan proyek karena prioritas yang bentrok.

Solusi melalui Integrasi dan Akuntabilitas

Untuk memperbaiki masalah ini, mereka menerapkan beberapa prinsip OKR dengan lebih disiplin. Mereka mengadakan rapat integrasi berkala setiap kuartal, di mana kepala departemen mempresentasikan tujuan mereka dan secara proaktif mengidentifikasi ketergantungan dengan tim lain. Mereka juga menetapkan aturan bahwa setiap OKR harus memiliki satu pemilik tunggal, yang bertanggung jawab penuh atas pencapaiannya. Hal ini menciptakan akuntabilitas yang jelas dan menghindari budaya saling menyalahkan. Untuk proyek yang sulit diprediksi, seperti pengembangan fitur baru, mereka beralih ke Key Results berbasis tenggat waktu peluncuran, bukan hanya metrik bisnis seperti pendapatan atau jumlah pengguna, agar lebih realistis.

Tantangan Baru Pasca Akuisisi dan Kekuatan Transparansi

Tantangan keselarasan mencapai level baru setelah MyFitnessPal diakuisisi Under Armour senilai $475 juta. Mereka harus berintegrasi dengan skala yang jauh lebih besar (400 orang) dan berbagai departemen dengan budaya berbeda, seperti e-commerce, data, dan penjualan iklan. Banyak tim di Under Armour yang menaruh ekspektasi tinggi pada MyFitnessPal tanpa memahami kapasitas tim yang sebenarnya. Di sinilah transparansi OKR menjadi senjata ampuh. Mike Lee menggunakan visibilitas penuh atas OKR timnya sebagai alat untuk “mengatakan tidak”. Dengan menunjukkan secara jelas apa yang sedang menjadi prioritas utama, timnya memiliki dasar yang kuat untuk menolak permintaan tambahan yang tidak selaras, sehingga fokus dapat tetap terjaga.

Prinsip “North Star” sebagai Pemandu Akhir

Mike Lee menekankan bahwa keselarasan melalui OKR harus selalu merujuk pada nilai inti atau “Bintang Utara” (North Star) perusahaan. Bagi MyFitnessPal, mantra mereka adalah: “Jika pelanggan berhasil mencapai tujuan kesehatan mereka, maka perusahaan pun sukses.” Prinsip ini menjadi pemandu setiap keputusan. Ketika dihadapkan pada pilihan antara tujuan bisnis jangka pendek dan kepentingan pengguna, mereka akan memilih yang terakhir. Dengan demikian, OKR memastikan bahwa setiap tujuan operasional tidak melenceng dari visi utama perusahaan.

Kesimpulannya, kisah MyFitnessPal dalam bab ini menunjukkan bahwa OKR adalah alat yang sangat vital bukan hanya untuk menetapkan tujuan, tetapi lebih penting lagi, untuk mempertahankan fokus dan koordinasi. OKR membantu mengungkap serta mengoordinasikan ketergantungan antar tim yang sering tersembunyi, dan memastikan bahwa pertumbuhan skala besar—bahkan melalui akuisisi—tidak menghancurkan efisiensi dan keselarasan yang telah dibangun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *