Perbandingan Singkat: Mengajari vs Menularkan
Untuk memahami secara jelas perbedaan mendasar antara pendekatan tradisional “mengajari” dengan pendekatan organik “menularkan”, berikut adalah sebuah analisis perbandingan yang
Read MoreArtikel Manajemen SDM Update
Untuk memahami secara jelas perbedaan mendasar antara pendekatan tradisional “mengajari” dengan pendekatan organik “menularkan”, berikut adalah sebuah analisis perbandingan yang
Read MoreMenerapkan filosofi “menularkan, bukan mengajari” memerlukan lebih dari sekadar instruksi; ini adalah transformasi budaya yang membutuhkan persiapan sistematis dan komitmen
Read MoreMeskipun menawarkan segudang keunggulan – yang telah dibahas di artikel sebelumnya, pendekatan pembelajaran osmosis bukanlah metode yang bebas dari tantangan.
Read MorePenerapan pendekatan “menularkan, bukan mengajari” bukan sekadar alternatif metode pelatihan, melainkan sebuah investasi strategis dalam membangun sumber daya manusia yang
Read MoreSelain hal-hal yang harus dimiliki oleh pihak junior – yang telah dibahas di artikel sebelumnya, terdapat pula sejumlah mindset dan
Read MoreMelanjutkan artikel sebelumnya, pendekatan pembelajaran melalui osmosis, atau “menularkan, bukan mengajari”, menempatkan junior sebagai subjek aktif dalam proses belajarnya sendiri.
Read MoreSetelah di artikel sebelumnya memahami filosofi dasarnya, penting untuk menguraikan bagaimana pendekatan “menularkan, bukan mengajari” diimplementasikan dalam keseharian organisasi. Berikut
Read MoreIni merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya tentang sebuah prinsip yang dikemukakan seorang praktisi manajerial, Azrul Ananda. Pendekatan “menularkan, bukan mengajari”
Read MoreDalam suatu episod podcast, Azrul Ananda, pemilik dan pemimpin sebuah kompetisi bola basket pelajar berskala nasional, berbagi sebuah filosofi menarik
Read MoreDi era globalisasi dan digitalisasi, perusahaan harus memprioritaskan kesejahteraan karyawan untuk meningkatkan produktivitas dan keuntungan. Kesejahteraan karyawan menjadi fokus utama
Read More