Pada dasarnya semua orang mampu menjadi inovator hebat, sepanjang punya skill dan kemauan yang kuat. Setiap orang terlahir dengan semangat inovatif ini. Kita semua setuju bahwa secara genetis hampir tidak ada perbedaan antara Sir Isaac Newton, Einstein, Steve Jobs, Elon Musk dan Anda. Anda dapat melatih diri Anda untuk berpikir seperti dia dan orang-orang hebat lainnya dalam sejarah jika Anda memilih dan merasa itu memang panggilan Anda.

Siapapun dengan latihan bisa menjadi inovator hebat dan kita menjadi apa yang paling kita pikirkan. Jika Anda ingin menjadi inovator yang perlu Anda lakukan adalah berkomitmen pada diri Anda sendiri untuk berpikir. Jangan biarkan pikiran Anda terganggu oleh norma sosial atau kebenaran politik. Lihatlah keluar dalam setiap aspek kehidupan dan pertimbangkan semua masalah dan solusi potensial dan cara yang mungkin dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut.

Berikut ini 7 karakteristik utama para innovator sukses dunia:

  1. Rasa Ingin Tahu yang Tak Pernah Terpuaskan

Inovator sukses memiliki keingintahuan yang tinggi yang memotivasi mereka untuk bertanya, “Apa yang terjadi jika saya menggabungkan kedua hal ini bersama-sama?” Atau “Bagaimana saya bisa mendapatkan dari A ke B lebih mudah?”

Musk bertanya bagaimana dia bisa melakukan berbagai hal secara berbeda, dan rasa ingin tahunya membuat dia menolak anggapan bahwa sebuah kendaraan mewah membutuhkan mesin pembakaran gas dan bahwa Tesla harus berpegang pada hak paten atas teknologi mobil electricnya.

  1. Berpikir Divergent

Mereka berpikir tidak linier, melainkan berusaha memikirkan suatu masalah dari berbagai sudut pandang dan kemungkinan.

Ambil Elon Musk, misalnya – co-founder PayPal, pria di belakang Tesla Motors, dan sekarang pendiri SpaceX. Bagi teknologi kedirgantaraan mungkin tampak seperti sebuah lompatan besar dari mobil listrik mewah, namun bagi seorang inovator seperti Musk, perjalanan luar angkasa merupakan langkah logis berikutnya bagi umat manusia, yang menjadi suatu ide gila yang impossible untuk saat ini, tapi sangat mungkin bagi seorang Musk.

  1. Stamina

Kesuksesan yang inovatif jarang terjadi seketika, dan hampir setiap inovator memiliki ketekunan yang tak tergoyahkan seperti pelari jarak jauh. Sebenarnya, saya merekomendasikan jarak lari sebagai cara untuk menerobos penghalang pandang. Alih-alih digagalkan oleh tantangan, inovator harus menggunakannya sebagai bahan bakar untuk terus bergerak.

Margaret Mitchell “Gone with the Wind” ditolak 38 kali sebelum dipublikasikan, dan Stephen King menyimpan semua surat penolakannya di dinding kamar tidurnya.

  1. Gairah Menjalar

Tesla merilis hak paten teknologi untuk kepentingan industri secara keseluruhan. Menurut Musk, tidak mungkin Tesla memproduksi kendaraan listrik cukup cepat untuk mengatasi krisis karbon, jadi Tesla mengadopsi kebijakan open-source untuk mengatasi masalah tersebut.

Passion memicu api inovatif, tapi tidak cukup hanya mencintai apa yang Anda lakukan; Anda juga harus memiliki hasrat membara untuk berbagi gairah itu.

  1. Kepemimpinan yang Menarik

Inovasi bisa menjadi usaha yang bersifat individual. Tetapi untuk menjadi sukses, inovator harus bisa mengumpulkan tim di sekitar mereka. Pemimpin terbaik membuat orang-orang mereka begitu bersemangat sehingga mereka senang melakukan pekerjaan mereka. Impian mereka menjalar dan diadopsi oleh anggota tim yang lain, dan tim mereka mengambil obor untuk mewujudkan mimpi itu.

Bayangkan saja Walt Disney, yang kerajaan bisnisnya telah tumbuh secara eksponensial sejak sketsa pertamanya Mickey Mouse. Hasrat kolektif beberapa dekade seniman berbakat, Imagineer, dan personil operasi telah mempertahankan warisannya tetap hidup dan memungkinkan pertumbuhan perusahaan yang luar biasa.

  1. Keberanian

Memasukkan ide ke dalam tindakan, membawa orang lain ke dalam kapal, dan menghadapi kritik membutuhkan keberanian yang luar biasa. Meskipun Rowling mendapat pujian yang luar biasa untuk serial “Harry Potter”, beberapa kritikus dan penggemar sangat kritis terhadap karyanya “The Cuckoo’s Calling”. Alih-alih membiarkan hal itu menghalanginya, Rowling terus menulis dengan nama samaran dan mendapat pujian tinggi untuk novel detektifnya.

Orang jenius selalu mendapat kritik, tapi yang sukses adalah orang-orang yang memiliki keberanian untuk terus berjuang meski apa yang dipikirkan orang lain.

  1. Menghormati Inovator Lain

Sangat mudah untuk terjebak dalam kejeniusan Anda sendiri dan mengabaikan pendapat orang lain. Tapi bagian dari kepemimpinan dan kesuksesan yang hebat adalah menghargai orang lain yang bisa membantu mewujudkan sebuah ide.

David Heyman, produser film “Harry Potter”, membangun hubungan kerja yang kuat dengan JK. Rowling selama produksi film melalui kepemimpinan dan gairahnya. Bakat Heyman sebagai produser terbukti, namun kemampuannya untuk menghormati visi Rowling pada akhirnya memungkinkannya dan tim kreatifnya untuk menghadirkan delapan film yang dapat dinikmati pembaca dan pemirsa film di seluruh dunia.

Profesional inovatif sering dibutakan oleh mitos jenius gila yang bekerja dalam isolasi dan mengungkapkan setiap mahakarya untuk pujian yang luar biasa. Tapi kenyataannya, inovator sukses saat ini tidak dapat eksis dalam ruang hampa. Mereka harus menjadi pemimpin dan pencipta yang penuh gairah dengan keberanian, ketahanan, dan kemampuan Sherlock-slque yang tak tergoyahkan untuk membuat koneksi ke dunia di sekitar mereka.

Demikian 7 karakteristik para inovator sukses dunia, yang menginspirasi kita tentang kebiasaan-kebiasaan produktif yang mereka lakukan.