Perhatian manajemen terhadap pengelolaan SDM di perusahaan sangat diperlukan agar perusahaan dapat mencapai tujuan-tujuannya. Kondisi sehat dalam pengelolaan SDM di perusahaan sama pentingnya dengan aspek-aspek organisasi lainnya seperti pengembangan produk / layanan, pemasaran, teknologi, dll. Mendiagnosa masalah sumber daya manusia di organisasi menjadi cara untuk melakukan general check up terhadap kondisi pengelolaan SDM di organisasi.

Fungsi sumber daya manusia organisasi dapat dievaluasi tingkat kesehatannya dari empat bidang masalah potensial utama sebagai berikut:

  1. Persoalan Individual

Sebagian besar organisasi telah mendefinisikan secara tertulis apa yang menjadi sasaran kinerja individu untuk suatu pekerjaan. Perusahaan juga biasanya telah memiliki kompetensi perilaku yang menjadi ekspektasi melalui kebijakan tentang kompetensi dan disiplin pegawai.

Persoalan individu dapat diidentifikasi melalui monitoring kinerja yang dapat dilakukan secara berkala. Dalam monitoring kinerja, atasan mengevaluasi capaian kinerja karyawan saat itu didandingkan dengan target kinerja yang telah direncanakan pada awal tahun. Karyawan yang gagal mencapai target kinerja menjadi salah satu indikasi bahwa terdapat perosalan individual yang perlu digali lebih jauh dan diselesaikan.

Selain masalah kinerja, perusahaan harus mengevaluasi hal-hal yang menyangkut dengan perilaku kerja. Apakah karyawan dalam periode kinerja tertentu melakukan pelanggaran disiplin, seperti dating terlambat, pulang cepat, mangkir, dll. Pabila terdapat pelanggaran disiplin maka perusahaan pelu melakukan langkah-langkah pembinaan sesuai dengan bobot palanggaran yang dilakukan ybs.

  1. Iklim Perusahaan

Beberapa pertanyaan untuk ditanyakan meliputi: Seberapa positif iklim keseluruhan organisasi? Apakah para anggota umumnya puas dengan lingkungan tempat kerja dan bagaimana ini diterjemahkan ke dalam semangat positif? Apakah organisasi secara teratur menilai iklim organisasi dan berusaha memperbaiki apa yang mungkin kurang positif?

  1. Sikap Manajemen

Kepemimpinan dan sikap manajemen memiliki dampak besar bagi karyawan. Pemimpin  harus sadar bahwa perilakunya menjadi perhatian dan memberi pengaruh kepada karyawan di sekitarnya.

Untuk mendalami apakah suatu perusahaan sehat dalam aspek sikap manajemen, perlu digali apakah sikap keseluruhan manajemen tentang bagaimana pekerjaan dilakukan di organisasi? Adakah sikap bahwa target produksi harus dipenuhi terlepas dari dampaknya terhadap anggota yang bekerja? (mungkin ada lembur yang berlebihan, beban kerja berlebihan atau pekerjaan akhir pekan). Apakah para pemimpin di organisasi percaya akan pentingnya keseimbangan antara kerja dan waktu untuk keluarga, rekreasi karyawan? Apakah karyawan merasa bahwa manajemen peduli dengan upaya kerja mereka dan kehidupan mereka secara umum?

  1. Dukungan untuk Karyawan

Selain pelatihan dan pengembangan yang tepat dalam melakukan pekerjaan, dukungan karyawan mencakup sejumlah besar pertimbangan yang berdampak pada produktivitas dan mempengaruhi iklim kerja. Ini termasuk alat kerja yang tepat, bahan, mesin yang berjalan dengan baik dan terawat, keamanan, dll.

Dukungan akan bergantung pada jenis produk atau layanan apa yang dikerjakan oleh karyawan. Pertanyaan-pertanyaan berikut untuk menggali lebih jauh:

Apakah peralatan yang digunakan karyawan dalam kondisi yang baik dan terpelihara? Apakah bahan untuk melakukan pekerjaan sudah tersedia? Apakah pentingnya keamanan ditangani secara teratur? Apakah para anggota telah diajarkan praktik keselamatan kerja untuk keselamatan pekerjaan mereka? Apakah kondisi kerja yang berbahaya telah ditangani dengan benar dan perlindungan diterapkan? Apakah karyawan merasa mereka didukung oleh kompensasi dan manfaat yang ditawarkan oleh organisasi? Apakah karyawan merasa didukung agar individu, iklim perusahaan dan sikap manajemen ditangani dan diperbaiki secara berkelanjutan?

Kewaspadaan mengenai potensi dan masalah sumber daya manusia yang sebenarnya dalam organisasi adalah hal yang penting apabila organisasi berkeinginan untuk sukses dalam jangka panjang. Ini memang membutuhkan upaya dari pihak yang bertanggung jawab atas proses pengelolaan sumber daya manusia, serta manajemen perusahaan secara keseluruhan.