Siklus PDCA, Siklus Deming (2)

Artikel ini merupakan kelanjutan dari bagian pertama pembahasan siklus PDCA yang membahas tahap Plan atau Perencanaan. Berikut adalah tahap selanjutnya.

2. Do (Lakukan)

Langkah kedua dari siklus ini adalah menerapkan opsi yang Anda pilih dalam skala kecil (uji coba). Uji coba ini diharapkan bisa menunjukkan apakah solusi Anda mencapai hasil yang diinginkan tetapi tidak sampai memunculkan gangguan signifikan terhadap bisnis sehari-hari.

Pada langkah ini, Anda juga perlu mengumpulkan data untuk analisis selanjutnya dan memastikan bahwa solusi terpilih diuji secara memadai. Ini dimaksudkan untuk menghindari penarikan kesimpulan yang salah nantinya.

3. Check (Periksa/Pelajari)

Langkah ketiga dari siklus ini adalah menganalisis data yang telah Anda kumpulkan dan membandingkan hasil aktual dengan hasil yang Anda inginkan.

Ini akan memungkinkan Anda untuk mengevaluasi seberapa baik solusi Anda bekerja. Jika solusi Anda gagal, kembali ke langkah 1; jika tidak, Anda dapat melanjutkan ke langkah 4. Jika solusi Anda berhasil, namun Anda mempertimbangkan untuk sedikit mengubahnya, Anda bisa kembali ke tahap kedua.

Penting juga untuk memahami masalah tak terduga yang Anda temukan dengan memeriksa penyebabnya di langkah ini. Informasi ini dapat dimasukkan ke dalam tahap akhir dari Siklus PDCA.

4. Act (Bertindak)

Langkah terakhir dari siklus ini adalah mengimplementasikan solusi Anda pada skala sesungguhnya. Solusi yang Anda pilih menjadi dasar baru, sehingga Anda harus berhati-hati untuk mendokumentasikan perubahan secara memadai, mempertahankan perubahan, dan mengintegrasikan dalam sistem yang ada.

Ingatlah bahwa Siklus PDCA adalah sebuah lingkaran. Setelah langkah terakhir selesai, Anda masuk kembali ke langkah 1 lagi, mencari cara peningkatan yang lain.

Melakukan hal ini menciptakan siklus perbaikan berkelanjutan, dengan setiap putaran proses membawa Anda lebih dekat ke tujuan akhir.

Standar baru yang dihasilkan setelah sebuah siklus perbaikan menjadi titik awal siklus perbaikan berikutnya. Sehingga kualitas meningkat terus menerus dari waktu ke waktu.

Kapan Menggunakan PDCA

Siklus PDCA sangat berguna ketika Anda ingin:

  • Melakukan proyek perbaikan.
  • Meningkatkan kualitas produk, layanan, atau proses.
  • Menjelajahi berbagai solusi dan mendapatkan umpan balik dari perubahan kecil.
  • Menghindari pemborosan dengan mengidentifikasi solusi yang tidak efektif sebelum Anda menerapkannya dalam skala yang sesungguhnya.
  • Menerapkan perubahan organisasi.

Contoh PDCA

Sebagai contoh pemecahan masalah menggunakan PDCA, kita kembali ke cerita di awal, misalnya Anda memiliki bisnis marketplace online. Selama beberapa bulan terakhir, situs web Anda semakin sering mengalami gagal akses. Bersamaan dengan hal ini, terjadi peningkatan jumlah tiket laporan masalah pada periode yang sama. Tidak jelas apakah dua kejadian ini saling terkait.

Anda memutuskan untuk membentuk gugus tugas kecil dan meminta mereka meningkatkan kualitas situs web Anda secara keseluruhan menggunakan Siklus PDCA. Keberhasilan diukur dengan tingkat penurunan waktu kegagalan akses dan kenaikan jumlah tiket laporan yang terlayani.

Seperti apakah 2 putaran PDCA yang bisa dilakukan secara sederhana?

bersambung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.