Tampaknya kita menghadapi dunia di mana perubahan terjadi begitu cepat dan ekspektasi pelanggan tampak sulit dipastikan. Riset pasar yang selama ini menjadi andalan untuk mengembangkan strategi pemasaran seolah perlu dievaluasi supaya relevan dengan tuntutan cara memimpin di era disruptif saat ini.

Perubahan adalah New Normal. Perubahan menjadi sesuatu yang harus dimaklumi sebagai kondisi yang normal. Dengan demikian, perusahaan harus selalu siap dalam menghadapi perubahan.

Tantangan dalam leadership adalah menghadapi mix employee, dimana beberapa generasi (Babyboomer, Gen X, Y, dan Z) bergabung dalam satu lokasi kerja dan harus dikelola dengan cara yang berbeda sekaligus sama dalam hal tertentu.

Jadi, bagaimana seorang pemilik bisnis bisa membuat beberapa pesanan di tempat kerja yang mengganggu?

Keunggulan komparatif

Teori Keunggulan Komparatif yang popular dari Ricardo adalah titik awal yang baik, dalam dunia di mana sangat sulit untuk menciptakan produk atau layanan yang sama sekali unik. Teknologi dan media sosial telah membuat transfer informasi bergerak dalam kecepatan yang sangat tinggi.

Hasil penelitian dan pengembangan serta hak paten hanya melindungi penemuan untuk jangka waktu yang singkat. Tapi apakah selera dan preferensi pelanggan Anda akan tetap konstan dalam periode ini?

Dengan demikian kita harus menggunakan siklus hidup produk yang sangat singkat dan tidak pernah berhenti meningkatkan keahlian dan kreatif menciptakan produk-produk yang dibutuhkan konsumen.

Open-Communication

Kita harus mengembangkan budaya komunikasi terbuka dengan karyawan karena satu saran perbaikan dapat memberi petunjuk bagaimana organisasi harus berkembang untuk memperbaiki diri. Ketergantungan pada bakat dan keberanian tim pemasaran dalam melakukan penetrasi saat ini sudah tidak lagi menjadi satu-satunya faktor kunci melainkn perusahaan harud dilihat sebagai organisasi utuh yang seluruh entitas yang ada di dalamnya memiliki peran sentral.

Hati-hati dengan Titik Kritisnya

Gladwell benar. Satu-satunya perbedaan yang terjadi sekarang adalah bahwa titik kritis pelanggan akan tercapai lebih cepat dan dengan variasi yang lebih rumit. Kita sekarang melihat beberapa titik kritis kecil yang menyebabkan tsunami yang sangat besar. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, yakinlah bahwa teknologi GPS akan sangat berpengaruh pada teknologi mobil tanpa sopir.

Pemangku kepentingan

Dalam memimpin di era disruptif, perluaslah definisi tentang siapa pemangku kepentingan perusahaan. Pelanggan merupakan stakeholder utama. Ide yang dapat dikembangkan disini adalah harus ada pengembangan produk dan layanan kepada pelanggan yang membuat pelanggan kecanduan seperti fitur Google Search yang ditwarkan google.

Gunakan Robotika dan Otomasi

Semakin awal kita menguasai dan menggunakan robotika dan otomatisasi, semakin cepat tim pekerjaan dalam tim. Terapkan sistem ini serasi dan tanyakan bagaimana masing-masing anggota bisa menggunakan teknologi ini.

Perubahan Kontrak Kerja

Komitmen manajemen untuk menggunakan robot dan otomatisasi untuk mengefisienkan pekerjaan harus diikat dalam bentuk perjanjian kerja atau komitmen tertulis lainnya. Tentu saja peran organisasi juga untuk memastikan robot atau otomatisasi tersebut relevan dengan tempat kerja yang dinamis atau harus diganti.

Motivasi

Gagasan tentang motivasi satu ukuran cocok untuk semua (one fit for all) sudah tidak lagi relevan karena orang yang berbeda memiliki harapan dan kepercayaan yang berbeda. Sudahtidak cocok lagi mengasumsikan bahwa gaji tinggi dan tunjangan besar adalah satu-satunya cara untuk memotivasi karyawan yang sangat efektif. Kita dapat menampung aspirasi untuk mencari apa yang sebetulnya diinginkan karyawan dan apa yang membuat karyawan akan lebih bersemangat dalam bekerja.

Memimpin di era disruptif, dengan demikian, menjadi tantangan yang yang mau tidak mau harus dijawab oleh para pemimpin di era ini dengan cara memimpin yang khas sesuai tuntutan teknologi dan karakter pekerja.