Manajemen kinerja adalah suatu proses dimana manajer dan karyawan bekerja sama untuk merencanakan, memantau dan menilai pencapaian sasaran kerja karyawan serta kontribusi secara keseluruhan untuk organisasi. Proses ini secara keseluruhan dapat dibakukan menjadi suatu sistem yang disebut sebagai sistem manajemen kinerja.

Lebih dari sekedar review kinerja tahunan, manajemen kinerja adalah proses yang terus menerus dimulai dari menetapkan tujuan, menilai kemajuan pelaksanaan target kerja, melakukan pembinaan (coaching, mentoring, counseling) serta umpan balik untuk memastikan bahwa karyawan memenuhi target kinerjanya dalam tahun berjalan dan tujuan karir.

Daya Ungkit Sistem Manajemen Kinerja yang Efektif

Manajemen kinerja merupakan sebuah sistem untuk merencanakan, mengendalikan dan mengevaluasi kinerja karyawan yang akan berdampak signifikan bagi kinerja karyawan maupun kinerja organisasi secara keseluruhan. Sebuah sistem manajemen kinerja akan efektif apabila:

  1. Uraian tugas bersifat spesifik dan jelas.
  2. Selaras dengan arah strategis dan budaya organisasi di perusahaan.
  3. Praktis dan mudah untuk dimengerti dan digunakan.
  4. Memberikan gambaran yang akurat tentang kinerja masing-masing karyawan.
  5. Melibatkan karyawan dengan komunikasi dua arah dalam proses menetapkan tujuan dan meninjau kinerja.
  6. Memantau dan mengukur hasil kerja dan perilaku kerja.
  7. Memberikan kesempatan pelatihan dan pengembangan untuk meningkatkan kinerja.
  8. Memberikan umpan balik yang konstruktif dan berkesinambungan terhadap kinerja.

Pengembangan sistem manajemen kinerja yang efektif memerlukan waktu dan pengerahan sumber daya yang cukup tinggi. Oleh karena itu, dukungan dari dewan direktur (BOD) dan manajer senior sangat menentukan keberhasilan pada saat implementasi.

Dukungan manajemen atas hasil dari proses manajemen kinerja juga diperlukan untuk memastikan bahwa kinerja yang baik diakui dan dihargai, hasil kinerja yang tidak memadai (sedang) perlu ditindaklanjuti dengan pelatihan untuk meningkatkan kinerja dan hasil kinerja yang buruk perlu dipertimbangkan untuk perubahan tanggung jawab yang sesuai kemampuan atau opsi untuk melakukan terminasi (pemberhentian).

Anda dapat memperkenalkan sistem manajemen kinerja baru atau memodifikasi system manajemen kinerja yang sudah ada menjadi lebih efektif. Apapun pilihan yang anda akan terapkan, pastikan bahwa anda mengkomunikasikan tujuan dan langkah-langkah dalam proses manajemen kinerja sebelum diimplementasikan.

Selain itu, pada akhir tahun pertama penerapan, perlu dilakukan evaluasi apakah penerapannya sudah efektif atau perlu dilakukan penyesuaian agar sistem manajemen kinerja menjadi lebih obyektif dan efektif.