Teori Motivasi bag 2

Artikel ini akan melanjutkan pembahasan tentang beragam teori motivasi dari tulisan sebelumnya.

4. Teori X dan Teori Y dari McGregor

Teori X dan Teori Y McGregor menempatkan karyawan ke dalam dua kategori besar.

Teori X mengasumsikan bahwa anggota tim secara intrinsik malas dan tidak termotivasi, dan akan menghindari melakukan pekerjaan jika ada kesempatan Oleh karena itu, manajemen harus bekerja tanpa lelah dan terus menerus membangun sistem pengendalian dan pengawasan terhadap karyawan.

Teori Y mengasumsikan bahwa anggota tim ambisius dan memiliki motivasi diri. Manajer Teori Y berpandangan bahwa jika diberikan kondisi yang tepat, anggota tim akan berkinerja baik.

5. Teori ERG Alderfer

Dalam Teori ERG, ada tiga kebutuhan yang juga tersusun secara hierarki. Kebutuhan itu antara lain: eksistensi, keterkaitan (Related needs), dan pertumbuhan (Growth needs). Walau mirip dengan teori Maslow, terdapat perbedaan di antara keduanya, yaitu individu dapat mengejar beberapa kebutuhan sekaligus.

6. Teori Ekuitas Adam

Teori ini menyatakan bahwa tingkat motivasi karyawan yang tinggi di tempat kerja hanya dapat dicapai jika setiap karyawan menganggap perlakuan mereka adil relatif terhadap orang lain. Seseorang menjadi tidak termotivasi jika  mendapatkan setengah dari penghasilan rekan kerjanya padahal ia melakukan pekerjaan yang sama persis. Perusahaan hendaknya menyesuaikan jumlah pekerjaan yang orang tersebut lakukan) untuk mengimbangi ketidakadilan yang dirasakan karena menerima setengah gaji.

7. Teori Harapan Vroom

Teori Harapan menyatakan bahwa seseorang akan memilih perilakunya berdasarkan apa yang mereka harapkan dari hasil perilaku tersebut. Menurut teori Harapan, perilaku yang dipilih seseorang akan selalu menjadi perilaku yang memaksimalkan kesenangan dan meminimalkan kesulitan.

8. Teori Motivasi Taylor – Manajemen Ilmiah

Taylor percaya karyawan hanya termotivasi oleh satu hal, uang. Karena pekerja hanya dimotivasi oleh uang, maka mereka secara inheren tidak menikmati pekerjaan. Karena itu, pengusaha harus memantau pekerja dengan cermat untuk memastikan mereka tidak malas.

9. Teori Motivasi Self-Efficacy Bandura

Self efficacy adalah kepercayaan diri dan kepercayaan untuk menguasai kondisi untuk mencapai sesuatu. Semakin tinggi efikasi diri seseorang, semakin besar keyakinan untuk dapat melakukan tugas tertentu. Terdapat empat faktor yang menentukan efikasi diri seseorang, yaitu Pengalaman diri, Pengalaman orang lain, Persuasi sosial, dan Umpan balik fisiologis.

10. Teori Motivasi Penguatan Skinner

Menurut teori ini, bila dilakukan dengan teratur, terdapat empat faktor yang mempengaruhi motivasi. Perusahaan dapat mengatur motivasi itu untuk membiasakan sebuah perilaku. Keempat faktor tersebut adalah: Penguatan positif, Penguatan negatif, Hukuman, dan Penghapusan perilaku.

11. Teori Motivasi Mayo

Teori Motivasi Mayo didasarkan pada keyakinan bahwa faktor yang mempengaruhi motivasi di tempat kerja adalah: Konten pekerjaan dan Hubungan sosial di tempat kerja. Menurut Mayo gaji dan faktor lingkungan berperan dalam motivasi karyawan, tetapi dia percaya bahwa faktor relasional memainkan peran yang lebih signifikan. 

12. Teori Penetapan Tujuan Locke

Teori Motivasi Penetapan Tujuan Locke didasarkan pada premis bahwa jika Anda menetapkan tujuan yang tepat, maka Anda dapat meningkatkan motivasi dan produktivitas. Tujuan harus memiliki lima karakteristik, yaitu: Kejelasan, Tantangan yang proporsional, Komitmen, Masukan secara teratur,  dan Kompleksitas yang tepat. Bila penetapan tujuan tidak memenuhi kriteria  ini maka motivasi seseorang atau sebuah tim untuk mencapai tujuan akan menurun.

Dari berbagai teori yang telah kami paparkan, manakah teori yang paling sesuai bagi Anda atau tim Anda? Pada tulisan berikut kami akan mencoba mengupas teori ini lebih dalam satu demi satu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.