Ini adalah pertanyaan klasik yang sering muncul,”Apakah uang dapat membeli kebahagiaan?
Terhadap pertanyaan tersebut Gretchen Rubin, penulis buku “The Happiness Project” menyampaikan bahwa,”Tidak, uang tidak dapat membeli kebahagiaan. Tetapi uang dapat membeli banyak hal yang akan memberikan kontribusi yang besar untuk mencapai kebahagiaan.
Michael Northon, penulis buku,”Happy Money: The Science of Smarter Spending” mengatakan bahwa permasalahan yang sering muncul adalah uang yang kita belanjakan seringkali tidak memberikan efek kebahagiaan.
Ada beberapa cara membelanjakan uang agar berdampak memberikan kebahagiaan.
1. Belilah Pengalaman
Banyak penelitian yang menemukan bahwa membeli pengalaman dapat menghadirkan rasa bahagia lebih lama dibandingkan kita membeli sesuatu yang bersifat material. Bepergian dengan keluarga ke tempat yang belum pernah dikunjungi, berkemah, berenang, touring, bermain aif soft gun, lintas alam, mengikuti lomba lari atau bersepeda, akan memberikan pengalaman yang relative menetap dari pada membeli celana jeans atau sepatu.
2. Kontribusi untuk yang Membutuhkan
Banyak orang berpikir bahwa menghabiskan uang untuk kepentingan pribadi akan memberikan rasa bahagia yang lebih baik dibandingkan dengan menyumbangkan untuk orang lain.
Para peneliti melakukan pengukuran kebahagiaan orang setelah menerima bonus tahunan. Mereka menemukan bahwa kebahagiaan yang lebih baik justru ketika mereka mendonasikan uangnya untuk kegiatan amal kemanusiaan daripada membelanjakan uang untuk kepentingannya sendiri.
3. Lakukan Emotional Checking Saat Berbelanja
Apabila anda membeli suatu barang, renungkan dan rasakan apakah barang yang akan dibeli akan menghadirkan kebahagiaan untuk anda. Perspektif emosi dalam membelanjakan uang perlu dilakukan agar anda tidak terjerembab pada impulsive spending, pembelanjaan yang hanya menuruti keinginan sesaat, yang tidak membawa dampak penting bagi kehidupan anda.
Pembelian alat-alat olahraga, yang seringkali dipakai hanya pada awal pembelian, hanya memberikan rasa senang yang sesaat.
4. Identifikasi Nilai-Nilai Anda
Apabila membeli suatu barang, maka sebaiknya barang yang dibeli memfasilitasi untuk mendapatkan pengalaman. Oleh karenanya, membeli barang sebaiknya disesuaikan dengan nilai-nilai dan kebiasaan anda.
Apabila anda menyukai menghabiskan waktu bersama keluarga, membeli meja ping-pong, raket bulu tangkis, atau sepeda menjadi pilihan yang cocok.
Apabila anda menyukai menghabiskan waktu luang dengan jogging, maka membeli audiobook, MP3 player, dan konten audio motivasi akan memperkaya pengalaman dan wawasan selama anda jogging.
5. Miliki Tabungan yang Cukup
Memiliki tabungan memang tidak secara langsung mendatangkan rasa bahagia. Namun, Michael Northon, yang juga Associate Professor di Harvard University, menemukan bahwa memiliki tabungan memberikan rasa aman, yang memberikan perisai bagi seseorang untuk menghadapi kejadian-kejadian yang unpredictable. Sebaliknya, penelitian yang dilakukan Northon menemukan bahwa orang dengan hutang yang banyak cenderung lebih tidak bahagia dibandingkan dengan orang dengan hutang yang lebih sedikit.

Apakah uang dapat membeli kebahagiaan? Uraian di atas menyiratkan bahwa uang bukan segalanya, namun uang adalah sarana penting untuk mencapai kebahagiaan. Asal tahu cara cerdas dan bijaknya dalam membelanjakan uang.