Berani mengungkapkan pendapat di tempat kerja, bukan suatu hal yang mudah. Faktor lingkungan dan budaya menjadi kendala utama. Silent is golden, diam itu emas, menjadi pembenaran bagi banyak orang untuk lebih mengembangkan sikap diam di tempat kerja.

Banyak dari kita dibesarkan di lingkungan yang paternalistic, dimana orang yang lebih tua memegang kendali atas apa yang terjadi di sekitar kita. Di tempat kerja, atasan atau teman kerja yang lebih senior secara tidak langsung memiliki legitimasi otoritas yang lebih kuat.

Kondisi ini membuat rasa sungkan dan tidak percaya diri dalam mengungkapkan pendapat.

Mempertahankan sikap diam, tidak berpendapat di tempat kerja menjadi pilihan yang sebaiknya dihindari. Bagaimanapun, semua ide, rencana, dan keputusan selalu diawali dan diakhiri oleh sebuah pendapat.

Berikut 5 alasan mengapa kita perlu berani mengungkapkan pendapat.

  1. Terlihat Lebih Percaya Diri.

Dalam banyak hal kepercayaan diri diperlukan dan berdampak positif. Dalam sesi interviu, seseorang akan terlihat lebih menarik bagi perusahaan. Dalam negosiasi, orang yang percaya diri akan tampak lebih memiliki kekuatan dan otoritas. Dalam sesi rapat di perusahaan, akan lebih memiliki peran yang penting dalam berdiskusi dan mengambil keputusan.

  1. Berpendapat akan mempengaruhi keputusan manajemen

Sering kita temui orang malas berpendapat karena pesimis bahwa pendapatnya akan diterima perusahaan. Memang betul, kita tidak bias sepenuhnya mengendalikan keputusan manajemen. Namun, setidaknya, pendapat yang disampaikan akan menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen untuk mengambil keputusan. Beberapa perusahaan besar, justru membuat berbagai program untuk menampungh pendapat karyawan.

  1. Berpendapat dapat mengarahkan diskusi

Orang yang mempunyai keberanian menyampaikan pendapat cenderung akan mendominasi diskusi. Gagasan-gagasan yang disampaikan berpotensi untuk mempengaruhi jalannya diskusi.

  1. Kalau Salah, Kita Tahu Sebabnya

Berpendapat tidak berarti pendapat kita selalu benar. Bisa jadi sebaliknya. Pendapat kita salah. Namun, hal ini akan menjadi koreksi dan AHA moment yang kuat dimana orang akan lebih mengerti, apa kesalahan dan kekurangan pendapat yang disampaikan. Orang akan belajar dari kesalahan.

  1. Resiko yang Rendah

Tidak perlu khawatir lingkungan kerja akan bereaksi negatif. Orang yang berani mengemukakan pendapat, sering menularkan keberanian kepada rekan-rekan kerja yang lain untuk berpendapat. Ice breaker dalam situasi rapat yang kaku dan cenderung formal.

Berani mengungkapkan pendapat, dengan deimikian menjadi kehrusan, bukan pilihan, dalam berbagai situasi, termasuk di lingkungan kerja. Jangan takut berpendapat. Coba dan Anda akan merasakan banyak perubahan positif dalam diri kita dan lingkungan kerja kita.