Apa yang terbayang dalam benak kita tentang merekrut karyawan tanpa pengalaman kerja? Pelamar tanpa pengalaman kerja atau sering disebut fresh graduate, seringkali menjadi pilihan kedua bagi perusahaan dengan berbagai alasan dan pertimbangan.

Pelamar tanpa pengalaman kerja sering identik dengan kurangnya skill karena belum pernah bekerja. Hal ini berarti perusahaan tidak dapat langsung mempekerjakan dengan hasil yang maksimal, sebagaimana jika dikerjakan oleh yang berpengalaman.

Pertanyaan yang menggelitik adalah bagaimana mereka bisa memperoleh pengalaman kerja kalau perusahaan tidak merekrut mereka untuk karir awalnya.

Berikut 5 alasan utama merekrut pelamar tanpa pengalaman kerja untuk perusahaan Anda:

  • Ide baru, inovatif dan perspektif yang masih segar

Para lulusan baru memiliki rasa ingin tahu yang besar, sangat ingin memahami bagaimana segala sesuatunya dilakukan dan tidak takut untuk bertanya “mengapa?” Ini sangat berguna bagi organisasi saat menganalisis metode lama dan mengembangkan sistem baru seefisien mungkin.

  • Tidak ada pengalaman kerja tidak berarti tidak ada pengalaman sama sekali

Meskipun lulusan baru mungkin tidak memiliki pengalaman kerja, itu tidak berarti bahwa mereka belum mendapatkan pengalaman berharga di tempat lain. Kegiata-kegiatan sosial, aktifitas dalam organisasi kemahasiswaan, magang dan pekerjaan paruh waktu di perusahaan semuanya dapat membantu mengembangkan keterampilan seseorang.

  • Generasi pembelajar

Sangat jarang terjadi bahwa Anda akan mempekerjakan seseorang dengan keahlian yang tepat sesuai deskripsi pekerjaan tanpa pelatihan atau supervisi. Pekerjaan di tempat baru,meskipun secara umum mengerjakan hal yang sama dengan tempat kerja sebelumnya, pada kenyataannya banyak hal teknis yang memerlukan penyesuaian.

Kelebihan pelama fresh graduate, tanpa pengalaman kerja, adalah semangatnya untuk mempelajari hal-hal baru. Mereka mudah dilatih dan cepat menguasai dan menyesuaikan dengan teknologi dan pengetahuan baru. Mereka antusias dan tidak takut untuk menghadapi tantangan dan hambatan baru.

  • Lulusan baru adalah kolaborator hebat

Saat ini sangat jarang suatu pekerjaan dapat dolakukan tanpa kerja sama tim, terutama dalam lanskap bisnis yang semakin global. Berkolaborasi dalam geografi, fungsi bisnis, atau departemen  lain menjadi penting agar organisasi beroperasi secara efektif dan efisien.

Tidaklah mudah untuk menempatkan sekelompok orang yang cerdas dan kreatif dalam sebuah kelompok. Perlu anggota tim yang tahu cara berkolaborasi, memanfaatkan kekuatan masing-masing dan mampu berkomunikasi dengan baik. Budaya kolaborasi, kerja tim yang didapatkan pada saat pendidikan memberikan modal yang cukup bagi mereka untuk bekerja sama dalam tim di tempat kerja.

  • Pikirkan jangka panjang

Bagi perusahaan, penting untuk tidak hanya memikirkan posisi yang perlu diisi saat ini, tapi juga berpikir secara strategis untuk pemenuhan kebutuhan SDM di masa yang akan datang. Kemampuan jangka panjang apa yang harus dimiliki karyawan baru? Kesenjangan pengetahuan atau keterampilan apa yang terjadi apabila karyawan yang ada sekarang keluar dengan berbagai alasan?

Dengan mengidentifikasi calon lulusan baru yang potensial dan berinvestasi dengan membuat program pengembangan bagi mereka, kita akan dapat menyiapkan SDM dengan talenta tinggi sesuai dengan tantangan perusahaan ke depan.

  • Lulusan baru memiliki ekspektasi gaji yang lebih rendah

Lulusan baru tanpa pengalaman kerja relative memiliki harapan gaji yang tidak tinggi. Selain minimnya pengalaman, mereka juga lebih menekankan pada upaya untuk mendapatkan pengalaman kerja.

Namun demikian, ini tidak berarti kita bisa membayar gaji lulusan baru dengan gaji sangat rendah di bawah pasar karena upah yang wajar juga menjadi kondisi yang dapat memotivasi untuk bekerja lebih giat.

Dengan demikian, merekrut karyawan tanpa pengalaman kerja tidak perlu menjadi hal yang ditakutkan oleh perusahaan. Banyak hal positif yang dimiliki lulusan baru tanpa pengalaman kerja.