corporate culture 2 Pengaruh Budaya Perusahaan dan Komunikasi dalam Perusahaan

Pada pembahasan sebelumnya kita telah mengetahui bahwa budaya perusahaan akan memberikan corak tertentu dan menjadi pembeda suatu perusahaan dari perusahaan yang lain. Kenyataannya budaya perusahaan ada yang mampu memberi pengaruh pada para karyawannya di sisi lain ada pula yang kurang memberikan pengaruh. Bahkan ada pula yang menunjukkan adanya pertentangan antara budaya perusahaan dan sikap yang diperlihatkan karyawannya.  

Antara Budaya Perusahaan yang Lemah dan yang Kuat

Apa yang membuat budaya perusahaan begitu berpengaruh, bagaimanapun juga  itu bukanlah sebuah konsep tunggal. Budaya perusahaan sebenarnya merupakan kombinasi dari dua ide: budaya yang diungkapkan, dinyatakan atau digaungkan oleh organisasi secara publik dan budaya aktualnya — cara orang-orang dalam organisasi bertindak dan cara mereka memperlakukan pihak-pihak yang berkepentingan dengan organisasi. Dalam beberapa kasus, kedua ide ini selaras satu sama lain dan itulah yang disebut dengan budaya yang kuat. Kondisi pemimpin dan karyawan yang memahami dan mendukung nilai-nilai yang dinyatakan perusahaan karena mereka diperkuat secara internal dengan pelatihan yang disengaja dan pengambilan keputusan di setiap tingkat. .

Dalam organisasi dengan budaya yang lemah, bagaimanapun bentuknya,, terdapat keterputusan antara budaya yang disuarakan dengan kenyataan, baik karena kurangnya pernyataan, dukungan, penghayatan oleh karyawan, tanggung jawab memelihara budaya, atau karena budaya yang dinyatakan tidak dipahami. 

Salah satu tema renungan tentang fenomena budaya perusahaan yang lemah, sering dijumpai, pengusaha menyadari perlunya pernyataan budaya yang eksplisit. Namun pengusaha tersebut mengabaikan aspirasi karyawan mereka. Alih-alih berupaya mendukung perubahan budaya yang nyata, mereka membuat draf pernyataan misi, menaruhnya di poster, dan berharap promosi yang cukup akan meyakinkan karyawan mereka dan masyarakat luas.

Komunikasi dalam Pembentukan Budaya Perusahaan

Ukuran perusahaan tidak harus menjadi faktor penentu. melanjutkan contoh yang diberikan sebelumnya, suatu perusahaan perangkat lunak multinasional dapat memiliki budaya perusahaan yang kuat, dengan cara menetapkan nilai-nilai utama yang sudah dirumuskan sejak awal,  mulai dari pendirian kantor pusat hingga pembukaan cabang baru, didukung oleh kampanye komunikasi, pemasaran di seluruh perusahaan, dan dipelihara oleh pengawasan departemen SDM yang cermat. 

Sementara itu, pemilik toko tanaman bisa saja memilih cara dengan memasang poster tentang perdamaian, kepedulian lingkungan alam, hidup berdampingan, dan cinta sesama umat manusia di setiap sudut gerainya. tetapi komunikasi itu akan percuma jika pemiliknya punya sifat pendendam dan semaunya, menganggap rendah karyawannya, menebar gosip karena dengki, seenaknya membuang pestisida ke sungai, bahkan mempromosikan karyawan pemalas tanpa kompetensi jadi manajer toko karena ia anak sahabatnya.

Untuk membantu mengkomunikasikan ide Anda sebagai budaya perusahaan, mulailah dengan mendefinisikan misi, visi, dan nilai-nilai itu, lalu menyampaikan pernyataan itu melalui beragam kanal informasi yang bisa diberdayakan perusahaan. Pesan itu akan menjadi semakin kuat bila diiringi contoh dari kepemimpinan bisnis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.