Metode Analisa Five Forces 3

Ini adalah postingan bagian terakhir setelah sebelumnya membahas 4 aspek analisis Five Forces. Melanjutkan tulisan sebelumnya, kita mulai dengan ilustrasi contoh ancaman produk pengganti.

 Contoh ancaman produk pengganti

Di industri penerbangan, dapat dikatakan bahwa kebutuhan umum para pelanggannya adalah travelling. Mungkin sudah jelas bahwa ada banyak alternatif perjalanan selain menggunakan pesawat terbang. Tergantung pada urgensi dan jaraknya, pelanggan bisa naik kereta atau naik mobil. Apalagi di Asia, semakin banyak orang yang menggunakan kereta berkecepatan tinggi seperti Kereta Peluru dan Kereta Maglev. Selain itu, industri penerbangan mungkin mendapatkan persaingan serius di masa depan dari konsep Hyperloop Elon Musk di mana penumpang akan bepergian dalam kapsul melalui tabung hampa udara yang mencapai batas kecepatan 1200 km / jam. Jika dilihat secara keseluruhan, ancaman substitusi dalam industri penerbangan dapat dikategorikan menengah hingga tinggi.

5. Persaingan di antara pesaing yang ada

Aspek ini menguji seberapa ketat persaingan saat ini di pasar, yang ditentukan oleh jumlah pesaing yang ada dan kemampuan yang dapat dilakukan setiap pesaing. Persaingan dianggap tinggi ketika ada banyak pesaing yang berukuran dan berkekuatan sama, industri tumbuh lambat dan konsumen dapat dengan mudah beralih ke pesaing yang menawarkan biaya lebih rendah. Indikator persaingan kompetitif yang baik adalah rasio konsentrasi suatu industri. Semakin rendah jatah yang diperebutkan, persaingan mungkin akan semakin intens. Saat persaingan tinggi, pesaing cenderung aktif terlibat dalam periklanan dan perang harga, yang dapat merugikan keuntungan bisnis. 

Selain itu, persaingan akan semakin intens ketika hambatan untuk keluar tinggi, memaksa perusahaan untuk tetap bertahan di suatu industri meskipun margin keuntungan menurun. Hambatan untuk keluar ini dapat berupa perjanjian pinjaman jangka panjang dan biaya tetap yang tinggi.

Contoh

Jika melihat industri penerbangan di AS, terlihat bahwa industri ini sangat kompetitif karena: masuknya maskapai berbiaya rendah, ketatnya regulasi keselamatan menjadikan biaya tetap yang tinggi serta menyulitkan untuk keluar dari industri. Adanya fakta bahwa industri ini mengalami stagnasi pertumbuhan. Biaya peralihan untuk pelanggan juga sangat rendah dan banyak perusahaan memiliki kekuatan yang sama. Secara keseluruhan, dapat dikatakan bahwa persaingan di antara pesaing yang ada di industri penerbangan cukup tinggi.

Dengan melihat setiap sumber kompetisi secara individual, kita dapat secara umum memetakan fokus industri dan daya tariknya. Patut diPerhatikan bahwa daya tarik industri mungkin berbeda mengikuti konteks negaranya. Kebijakan pemerintah misalnya cenderung berbeda di setiap negara dan juga jumlah pemasok dan pembeli mungkin berbeda. 

Teori Five Forces adalah titik awal yang baik untuk mengevaluasi industri tetapi harus disertai analisis lainnya. Misalnya, digabungkan dengan Analisis Value Chain atau melalui Kerangka Kerja VRIO untuk mendapatkan pemahaman tentang dari mana keuntungan kompetitif perusahaan berasal dan untuk memposisikan perusahaan di antara para pesaing. Selain itu, analisa Five Forces Porter sering digabungkan dengan analisis PESTEL untuk memberikan gambaran yang baik tentang lingkungan organisasi. 

Terakhir, kerangka kerja ini juga mendapat beberapa kritik dari beberapa penulis. Beberapa penulis misalnya berpendapat bahwa model ini perlu ditambah dengan poin keenam yang disebut ‘complementors’, untuk menjelaskan fenomena aliansi strategis dan joint venture. Teori pengembangan ini juga dikenal sebagai Value Net Model. Namun, meskipun mendapat kritik, analisis Five Forces masih menjadi salah satu kerangka kerja yang paling banyak digunakan untuk pengembangan strategi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.