bag 2 Siklus dan Gaya Belajar Kolb

Siklus Pembelajaran Kolb adalah proses empat tahap yang menjelaskan bagaimana kita belajar melalui pengalaman. Tahap pertama dibahas pada artikel sebelumnya. Bagian ini adalah kelanjutannya.

2. Pengamatan Reflektif

Tahap kedua melibatkan observasi reflektif, yang berarti mengambil langkah mundur dari tindakan yang sudah dilakukan untuk melihat gambaran lebih besar dan meninjau kembali apa yang telah dialami.

Alat untuk membantu Anda mencapai pengamatan reflektif adalah: menyampaikan hasil pengamatan dan mengajukan pertanyaan, seperti bagaimana yang baru saja dilakukan tersebut dapat diterapkan pada keadaan yang berbeda.

3. Konseptualisasi Abstrak

Pada tahap ini, Anda mencoba memahami apa yang baru saja dikerjakan. Untuk melakukan ini, Anda tidak hanya melihat apa yang baru saja dikerjakan; Anda juga menggali informasi, teori, dan ide lain yang sudah Anda kenal. Cara lain untuk memikirkan tahap ini adalah menyesuaikan apa yang baru saja Anda pelajari ke dalam semua yang sudah Anda ketahui. Sehingga hal yang baru ini berkesesuaian dengan konsep yang sudah dipahami sebelumnya.

Alat untuk membantu mencapai konseptualisasi abstrak dan memantapkan ide adalah: mempresentasikan ide, membuat model, dan menulis makalah.

4. Eksperimen Aktif

Tahap terakhir ini terjadi ketika sedang memikirkan bagaimana Anda akan mempraktikkan apa yang telah dipelajari. 

Jika Anda tidak berencana untuk menggunakan apa yang baru saja dipelajari, kemungkinan besar Anda akan segera melupakannya.

Perhatikan bahwa saat kita berhenti merencanakan dan mulai melakukan, kita memasuki kembali langkah pertama siklus belajar Kolb lagi.

Gaya belajar menurut Kolb

Empat gaya belajar Kolb dijelaskan berdasarkan dua dimensi. 

Dimensi pertama berbicara bagaimana pendekatan seseorang ketika ia mempelajari sesuatu, apakah seseorang lebih menyukai eksperimen aktif (melakukan) atau pengamatan reflektif (menonton). 

Dimensi kedua berbicara mengenai bagaimana seseorang berpikir dan merasa ketika mempelajari sesuatu, apakah seseorang lebih suka konseptualisasi abstrak (berpikir) atau pengalaman konkret (perasaan).

Berikut adalah pembahasan secara singkat masing-masing gaya belajar yang diidentifikasi dalam siklus belajar Kolb.

1. Diverging (Merasa & Menonton) 

Seseorang yang menyukai gaya belajar ini dapat melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Ia lebih suka menonton daripada melakukan, dan lebih suka mengumpulkan informasi dan kemudian menggunakan imajinasi mereka untuk memecahkan masalah.

Individu dengan gaya belajar ini lebih suka bekerja dalam kelompok, menerima umpan balik dengan baik, dan tertarik pada budaya dan orang yang berbeda.

2. Asimilasi (Menonton & Berpikir)

Seseorang yang lebih menyukai gaya belajar ini menyukai ide dan teori tetapi kurang tertarik pada sisi yang lebih bersifat personal. Maksudnya, ia akan lebih tertarik pada logika sebuah teori daripada aplikasi praktisnya. Ia adalah pemecah masalah yang logis. 

Individu dengan gaya belajar ini sering bekerja sebagai ahli teknis, misalnya, insinyur perangkat lunak dan ilmuwan. Mereka lebih suka belajar dengan membaca, mengikuti kuliah, dan memiliki waktu untuk memikirkan segala hal mengenai keilmuannya.

bersambung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.