Poka-Yoke (bag 3) – Contoh Bagaimana Merancangnya

Pada bagian sebelumnya kita telah mengetahui proses perancangan Poka-Yoke, sekarang kita coba terapkan pada contoh keseharian. Misalkan Anda memiliki garasi kecil dan setiap hari merasa repot memarkirkan mobil Anda tanpa menggores catnya. Dengan Poka-Yoke Anda ingin mencari solusi berbiaya rendah.

Langkah Satu: Identifikasi Akar Penyebabnya
Saat memarkir mobil, bagian tersulit adalah menilai kapan harus menghentikan kendaraan, sehingga tidak menyenggol dinding garasi. Sering kali itu tepat, tetapi kadang-kadang, bagian depan mobil menyentuh dinding garasi, membuat goresan kecil di bumper mobil. Dalam hal ini, masalahnya Anda tidak dapat melihat bumper sehingga tidak dapat mengetahui seberapa dekat Anda dengan dinding.

Langkah Kedua: Buat Garis Besar Proses Secara Lengkap
Pertama, Anda berkendara pulang, tiba di jalan masuk, menghentikan mobil dan membuka pintu garasi. Kemudian Anda memasukkan mobil mendekati dinding. Anda menebak bahwa mobil berada di posisi yang tepat sehingga mobil tidak menyentuh dinding dan pintu garasi bisa ditutup.

Langkah Tiga: Identifikasi Opsi
Beberapa opsi itu misalnya meminta teman membantu Anda memarkir, menempatkan cermin di garasi sehingga Anda dapat melihat bagian depan mobil, meletakkan sesuatu di dinding yang masih aman jika tersentuh mobil, atau menggunakan sensor jarak yang dilengkapi alarm.

Langkah Empat: Memilih Poka-Yoke
Anda memilih untuk memasang penghalang di lantai garasi yang memungkinkan disentuh roda mobil saat mobil berada di posisi yang tepat. Ini merupakan Poka-Yoke pengendali yang diimplementasikan menggunakan metode kontak.

Langkah Lima: Uji
Setelah memasang penghalang, Anda menguji opsi tersebut. Anda mengemudikan mobil ke garasi sampai Anda merasakan roda mobil menyentuh pembatas. Ternyata posisi mobil sangat tepat.

Langkah Enam: Latih Orang Lain
Jika ada orang lain yang perlu memasukkan mobil, Anda dapat menunjukkan cara memarkirnya di garasi.

Kelebihan penggunaan Poka-Yoke antara lain:

  • Poka-Yoke merupakan alat manajemen kualitas yang dapat diterapkan di mana saja.
  • Menggunakan Poka-Yoke bisa memastikan bahwa Anda melakukan sesuatu dengan benar, meskipun baru kali pertama melakukan.
  • Tidak perlu biaya mahal untuk menerapkan Poka-Yoke.
  • Metode yang dapat menghindari ketergantungan pada masukan manusia, karena manusia bisa melakukan kesalahan.

Kekurangan menggunakan Poka-Yoke antara lain:

  • Tidak akan berfungsi 100% setiap saat bila proses perancangannya buruk.
  • Kemudahan dari Poka-Yoke mungkin menciptakan efek yang tidak diinginkan. Misalnya, pengganti otomatis ejaan dan tata bahasa menghilangkan kebutuhan secara aktif meningkatkan keterampilan komunikasi.
  • Penggunaan Poka-Yoke yang tidak tepat dalam suatu proses manufaktur malah memunculkan inefisiensi.
  • Tidak mempertimbangkan kekurangan yang mungkin dimiliki pengguna. Misalnya, alarm yang dikalahkan dengan kebisingan mesin, penanda warna yang sulit dipahami pengguna buta warna.

Ketika Anda memikirkan bagaimana suatu proses dapat diperbaiki di rumah atau di tempat kerja, pertimbangkan penggunaan metode Poka-Yoke ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.