Tahapan Motivasi Monroe bag 4 – Contoh 

Dalam contoh ini, kita coba mengumpamakan seorang manajer menengah yang memberikan pidato pembangkit semangat agar tim yannng ia pimpin dapat menyelesaikan proyek penting tepat waktu.

Langkah 1: Perhatian

Pada langkah pertama, manajer yang juga sebagai pembicara membuka dengan fakta mengejutkan bahwa proyek tersebut kemungkinan besar akan gagal.

“Tahukah Anda bahwa 68% dari semua proyek I.T gagal? Saya tahu kita belum mulai mengerjakannya, tetapi meskipun demikian itu berarti bahwa saat ini kita memiliki peluang kurang dari 1 banding 2 untuk menyelesaikan proyek ini tepat waktu”

Langkah 2: Tetapkan Kebutuhan

Pada langkah kedua pembicara menjadikan masalah ini bersifat pribadi dengan menguraikan bagaimana proyek yang terlambat akan berdampak pada kehidupan tim.

“Kita tidak bisa membiarkan proyek ini terlambat dan saat ini kita memiliki peluang keterlambatan sebesar 1 banding 2. Itu berarti mau tidak mau kita semua harus bekerja hingga larut malam sampai menjelang batas akhir proyek. Kita mungkin juga harus bekerja di akhir pekan. Saya mengatakan ini untuk menakutn

bukan-nakuti Anda, tetapi itulah kenyataan pahit tentang bagaimana proyek ini.”

Langkah 3: Puaskan Kebutuhan

Pada langkah ketiga dari tahapan motivasi Monroe, pembicara menunjukkan cara bagi tim untuk menghindari konsekuensi negatif pada langkah kedua.

“Jadi yang ingin saya usulkan adalah daripada harus terjebak selama 6 bulan mendatang dalam pekerjaan selama hampir seharian dan bahkan merelakan akhir pekan. Saya ingin mengusulkan bahwa kita harus menjadi lebih kreatif. Dan itu harus dimulai dari sekarang untuk menghindarkan kita dari bencana pekerjaan. Akan sangat baik jika kita dapat menemukan ide kreatif itu secepatnya, cara yang lebih cerdas dalam melakukan sesuatu, membuang hal-hal yang tidak kita butuhkan sekarang daripada tetap dengan cara yang biasanya tapi kita akan bekerja ekstra keras selama 6 bulan mendatang. Harapannya untuk proyek ini dan selanjutnya kita akan lebih efektif dalam bekerja sekaligus terhindar dari kelelahan berlebih.”

Langkah 4: Visualisasikan Masa Depan

Pada langkah keempat, pembicara menunjukkan apa untungnya bagi seluruh anggota tim dengan mengambil tindakan yang ia usulkan.

“Coba bayangkan bagaimana rasanya menyelesaikan proyek ini tepat waktu. Syukur-syukur kalau dapat lebih cepat lagi. Pertama seperti yang Anda tahu, tidak semua orang memiliki keyakinan kita bisa melakukan ini. Seberapa baik rasanya membuktikan bahwa mereka salah? Kedua. Bayangkan, tidak hanya menyelesaikan proyek tepat waktu tetapi melakukannya tanpa harus bekerja ekstra dan bekerja di akhir pekan selama beberapa bulan. Bayangkan lagi bagaimana Anda bisa menghabiskan akhir pekan  bersama keluarga, atau berjalan-jalan. Apapun yang ingin Anda lakukan, itu pastinya lebih baik daripada terkurung di sini selama akhir pekan selama 6 bulan.”

Langkah 5: Ajakan Bertindak

Pada langkah terakhir ini, pembicara memberi tahu timnya apa yang perlu mereka lakukan sekaran.

“Apa yang saya inginkan adalah semua orang sekarang kembali ke mejanya masing-masing dan mulai menemukan ide, bagaimanapun anehnya, demi mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek ini. Kirimkan langsung kepada saya melalui email, dan kita akan bertemu besok sebagai tim dan mendiskusikannya sebagai grup.”

Memang ini merupakan contoh yang dibuat-buat, tetapi mudah-mudahan dapat memancing beberapa gagasan bagaimana Anda dapat menggunakan tahapan motivasi Monroe ini dalam menyusun presentasi dan pidato.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.