Menyampaikan Pidato yang Menggugah Tim Anda (2)

Kata-kata bisa lebih tajam daripada pedang. Pidato Anda di hadapan tim bisa menciptakan inspirasi bagi tim. Melanjutkan bagian sebelumnya, berikut adalah beberapa kiat bagi Anda sebelum berbicara di depan tim Anda.

Pilih Satu Pesan

Rangkum pemikiran terbesar Anda ke dalam pesan utama. Dan Anda harus menguranginya menjadi hanya itu: satu pesan, bukan beberapa pesan. Apakah tujuan Anda meningkatkan moral? Untuk memotivasi karyawan Anda mencapai target penjualan? Untuk menemukan sumber rujukan baru? Tujuan pidato Anda yang menggugah – Konsep Anda – harus tergambar jelas dalam pikiran sehingga Anda dapat menyampaikannya dengan jelas kepada karyawan Anda.

Buat Slogan, Semboyan, atau Semacamnya

Sekarang buatlah slogan untuk mempertergas pesan Anda: sebuah pernyataan tujuan yang mampu membangun rasa kesatuan. Jika yang Anda buat terdengar cukup bagus, mungkin memang itu sudah bagus. Perlu jadi catatan, mungkin itu perlu diulang beberapa kali selama pidato Anda karena pengulangan adalah teknik pidato yang efektif.
Jika slogan Anda dirasa sangat menggugah – “Kami Selalu Bisa Melihat Peluang, Bukan Hanya Masalah” atau “Selalu All Out dalam mengejar Tujuan” – itu bisa berfungsi sebagai baris kutipan yang dapat selalu disertakan pada setiap email atau basis kampanye pemasaran internal.

Beri Mereka Alasan untuk Merasa Lebih Baik

Memberi karyawan alasan agar merasa lebih baik sering kali bermuara pada satu taktik sederhana yang juga membahagiakan: menumbuhkan keyakinan. Slogan Anda akan mengantarkan mereka ke setengah perjalanan menuju kondisi ini; mewujudkan dukungan Anda melalui motivasi akan mendorong separuh lainnya. Perkuat dan, bila perlu, menyanjung mereka, tetapi jangan sampai terlalu berlebih.

Singkat Boleh, Panjang Juga Tidak Mengapa, tapi Persiapkan

Dapatkan inspirasi dari beberapa pidato atau kutipan yang telah luas dianggap sebagai pernyataan yang legendaris. Berbagai pidato yang disampaikan presiden Soekarno bisa Anda jadikan sumber inspirasi. Kutipan dari berbagai karya para cendekiawan, baik dari luar atau dalam negeri, bisa juga Anda baca-baca untuk referensi.
Intinya adalah: Anda tidak perlu terlalu panjang dan bertele-tele. Cukup singkat, tetapi tentu saja, persiapkan semuanya, bahkan jika Anda kehilangan catatan selama pidato, Anda masih bisa menyampaikannya. Setidaknya, konsep itu sudah ada jika Anda membutuhkannya.

Mulai dengan Kuat, Tutup dengan Lebih Kuat

Penulis dan pembicara publik selalu memperdebatkan pentingnya (dan kesulitan) menyusun pendahuluan dan kesimpulan. Namun yang sering kali berhasil paling baik bila keduanya dapat terhubung secara tepat. Sebagai contoh, jika Anda membuka dengan sebuah cerita, tutup dengan kembali ke satu titik dalam cerita itu.

Penutup

Dengan memiliki keunggulan kemampuan berbicara di depan umum, akan mendatangkan kesempatan seperti: dapat meninggalkan kesan yang abadi; memancing tepuk tangan; membuat orang bersedia berbicara langsung di tempat dan, dalam konteks ini, memunculkan perasaan lebih baik di diri audiens.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.