Tingkatan Pendelegasian bag 1

Tujuan pendelegasian adalah menyelesaikan suatu tugas dengan menggunakan sumber daya orang lain agar bisa menghemat waktu. Sedangkan jabatan manajer atau pemimpin memiliki satu tanggung jawab penting, yaitu menumbuhkan kedewasaan, otoritas, dan kemampuan orang-orang di dalam tim yang dipimpinnya. Memahami berbagai tingkat delegasi dapat menjadi alat yang sangat berguna dalam membantu mencapai tujuan dan mengemban tugas tersebut.

Dengan secara bertahap meningkatkan tingkat delegasi dari waktu ke waktu, kita dapat membantu mengembangkan individu dalam tim. Ketika kita mendelegasikan, ada beberapa tingkatan yang dapat dipilih, semakin tinggi tingkatan maka akan memberikan kebebasan yang lebih besar kepada si penerima. Masuk akal jika terdapat pemikiran bahwa anggota tim yang paling solid dan dapat diandalkan dapat diberikan lebih banyak kebebasan daripada anggota tim yang masih baru dan belum teruji.

Anda dapat membuat konsep tingkat delegasi yang mirip dengan tangga. Anggota baru tim mulai dari anak tangga terbawah. Seiring waktu mereka mendapatkan kepercayaan dan Anda membawa mereka ke tingkat delegasi berikutnya. Cara ini terus dilanjutkan sampai anggota tim itu mencapai tingkat delegasi maksimum. Jika sewaktu-waktu terdapat hal-hal yang dinilai tidak berhasil, Anda dapat menurunkannya kembali satu atau beberapa tingkatan tangga delegasi sesuai kondisi.

Anda mungkin ingin menurunkan anggota tim yang berpengalaman dan tepercaya jika mendapati tugas yang sangat penting atau kritis. Dalam hal ini, penting untuk mengomunikasikan alasan Anda melakukannya dengan individu yang bersangkutan untuk menghindari kesalahpahaman atau munculnya perasaan negatif.

Mari kita lanjutkan pembahasan artikel ini dengan menyusuri anak tangga delegasi dimulai dari tingkat pertama. Perlu diingat bahwa model pendelegasian seperti ini bukanlah hal baru dalam manajemen. Artikel ini hanya mencoba menawarkan sebuah inspirasi bagi Anda.

Tingkat 1: “Ikuti Petunjuk ini”

Ketika Anda menuliskan daftar instruksi yang Anda harapkan untuk diikuti dengan tepat, Anda tidak memberikan kebebasan kepada penerima tugas. Menuliskan instruksi secara rinci juga menghabiskan banyak waktu Anda. Namun inilah awalan yang harus dilalui individu agar memahami lingkungan kerjanya.

Tingkat 2: “pelajarilah, selanjutnya saya akan memutuskan”

Tingkat ini memberi penerima wewenang untuk menyelidiki masalah, tetapi tidak ada wewenang untuk memutuskan tindakan apa yang harus diambil. Pernyataan di atas dapat memunculkan rekomendasi atau opsi dari penerima agar diputuskan oleh pemberi delegasi.

Tingkat 3: “pelajarilah, selanjutnya kita akan memutuskan”

Opsi ini memberikan tanggung jawab lebih kepada penerima karena melibatkan dirinya dalam proses pengambilan keputusan. Ini adalah pilihan yang baik jika Anda sedang melatih atau membimbing anggota tim, karena memungkinkan Anda untuk mendiskusikan pilihan keputusan bersama-sama, dan memasukkan wawasan penerima ke dalam proses pengambilan keputusan Anda.

Tingkat 4: “pelajarilah dan beri saya rekomendasi Anda. Hubungi saya sebelum melanjutkan”

Kondisi ini memberi penerima lebih banyak wewenang untuk menganalisis situasi, menyusun opsi, dan kemudian membuat rekomendasi. Anda akan memberikan rintangan terakhir untuk diselesaikan sebelum ia dapat melanjutkan dengan rekomendasinya. Anda pada akhirnya masih akan membuat keputusan akhir.

Tingkat 5: “lapori saya keputusan Anda. Lanjutkan kecuali saya campur tangan dalam satu kurun waktu”

Opsi ini memberikan lebih banyak kebebasan kepada penerima dan tidak harus melibatkan Anda sama sekali. Namun Anda masih memiliki opsi untuk campur tangan dalam kurun waktu yang sudah disepakati, jika Anda menginginkannya.

bersambung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.