Tips Meningkatkan Keterampilan Menyelesaikan Konflik 

Selama manusia berhubungan dengan manusia lainnya, maka konflik akan terus ada. Dalam sebuah organisasi yang di dalamnya terdapat banyak tim pasti akan berurusan dengan konflik antar personal dan antar tim. 

Karena konflik merupakan hal yang pasti, maka kuncinya bukan menghindari konflik, tapi bagaimana menyelesaikan konflik. Keterampilan menyelesaikan konflik bisa membantu kita mencari solusi konstruktif dan selanjutnya mampu meningkatkan kualitas hubungan dalam tim. 

Kita dapat mengelola dan menyelesaikan konflik dengan cara sepositif mungkin dengan berpedoman pada hal-hal berikut: 

  1. Mencoba memahami perasaan dan perkataan rekan kita. 

Saat kita dengan serius mendengar perkataan rekan kita, kita bisa lebih berempati terhadap apa yang kita dan rekan kita rasakan dan butuhkan. Hal ini juga membuat rekan kita mau mendengar saat kita berbicara. 

  1. Mengedepankan tercapainya resolusi. 

Jangan terlalu memaksakan pendapat, tidak mau mengalah, terlalu kaku pada pendirian yang dampaknya tidak akan mencapai penyelesaian konflik. Pencapaian resolusi dan perbaikan hubungan lebih utama. Hormatilah sudut pandang rekan kita. 

  1. Melihat masa kini. 

Bila kita memiliki kekecewaan atas permasalahan terdahulu dan itu tidak berkaitan dengan konflik yang kita hadapi sekarang, jangan biarkan hal itu memperburuk konflik saat ini. Batasi permasalahan, jangan terbawa kekecewaan masa lalu. 

  1. Memilah konflik. 

Berkonflik sangat menguras tenaga dan pikiran. Pertimbangkan manakah konflik yang berdampak signifikan terhadap karir kita dan mana yang tidak. Konflik yang tidak signifikan bisa lebih kita kompromikan agar segera terselesaikan. 

  1. Bersedia memaafkan. 

Menyelesaikan konflik tidak mungkin dilakukan jika kita tidak mau atau tidak dapat memaafkan rekan kita. Inti dari resolusi terletak pada kerelaan menghapus kemauan untuk menghukum, yang itu hanya akan menguras  energi kita.

  1. Ada saatnya untuk melepaskan sesuatu. 

Jika kita tidak dapat mencapai kesepakatan, setuju untuk tidak setuju, maka dua belah pihak akan terus berkonflik. Jika konflik tidak kunjung menemukan kata sepakat, kita bisa memilih untuk berlepas diri dan melanjutkan hidup.

  1. Menyisipkan suasana humoris ketika mencari resolusi. 

Kita dapat menghindari konfrontasi serta menyelesaikan pertengkaran dan perselisihan dengan menyisipkan nuansa humoris saat kita berkomunikasi. Humor dapat membantu kita mengatakan sesuatu yang mungkin sulit diungkapkan karena dapat menyinggung perasaan rekan kita. Namun yang perlu diingat, jangan sampai mengesankan kita tidak serius untuk mencari resolusi konflik yang sedang didiskusikan. Saat humor membuat suasana mencair, amarah mereda, pikiran lebih jernih dan jalur komunikasi bisa lebih lancar, kita bisa memanfaatkan kondisi tersebut untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan rekan kita. 

Dalam lingkungan organisasi, konflik merupakan kesempatan meningkatkan kualitas hubungan kerja sama kita dengan rekan. Ketika kita sukses menyelesaikan sebuah konflik, dalam pikiran kita masing-masing terbangun kepercayaan, bahwa hubungan kerja yang selama ini terjalin mampu menghadapi suatu tantangan dan perselisihan. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.