Mengenal Kecerdasan emosional

Sangat mungkin jika Anda saat ini belum mengenal secara pasti terminologi kecerdasan emosional, tapi secara umum kita pernah menjalani tes kecerdasan (IQ), terlepas kapanpun itu. Tes IQ mengukur kemampuan kognitif seseorang dibandingkan dengan populasi pada umumnya. Nilai IQ rata-rata adalah sekitar 100.

Orang dengan IQ lebih tinggi cenderung berprestasi lebih baik secara akademis daripada mereka yang memiliki IQ lebih rendah. Berangkat darri pengetahuan ini, tampaknya masuk akal untuk menyimpulkan bahwa orang dengan IQ lebih tinggi akan lebih sukses baik di tempat kerja maupun dalam kehidupan.

Anggapan ini ternyata salah. Ditemukan bahwasanya lebih banyak kesuksesan baik di tempat kerja maupun dalam kehidupan yang itu semua bukan karena faktor kecerdasan kognisi seseorang. Faktanya, menurut Warren Bennis, kecerdasan emosional adalah faktor terbesar dalam kesuksesan di tempat kerja.

“kecerdasan emosional memiliki pengaruh lebih besar dari faktor lainnya, melebihi IQ atau keahlian, menyebabkan 85% sampai 95% kesuksesan dalam pekerjaan. IQ merupakan kompetensi ambang batas, kita membutuhkannya tapi itu tidak bisa membuat kita menjadi bintang, kecerdasan emosional yang bisa.”

Ini sangat masuk akal. Kita semua pernah bertemu atau bekerja dengan seseorang yang sangat pintar tetapi tidak pandai berhubungan dengan orang lain, ataupun sebaliknya.

Kecerdasan emosional atau EI adalah kemampuan untuk mengenali emosi Anda, memproses dan memahaminya, dan mengamati bagaimana pengaruhnya terhadap orang-orang di sekitar Anda.Memiliki kecerdasan emosional yang tinggi berarti Anda tidak hanya memahami emosi diri sendiri, tetapi juga memahami emosi orang lain. Anda memahami emosi orang lain tidak hanya secara individu tetapi juga dalam kelompok.

Tidak ada hubungan antara IQ dan EI. Sementara IQ tidak banyak berubah dari waktu ke waktu, sangat mungkin untuk meningkatkan EI Anda. Sebelum memulai upaya sadar untuk meningkatkan EI Anda, ada baiknya melakukan tes EI terlebih dulu untuk menentukan titik awal Anda. Ada banyak tes EI gratis yang tersedia secara online. Tidak seperti tes IQ, cukup mudah untuk menyontek dalam tes EI, jadi penting untuk menjawab semua pertanyaan sejujur ​​mungkin.

Komponen Kecerdasan Emosional

Istilah kecerdasan emosi pertama kali diungkapkan oleh psikolog Petersolovey dari Harvard University dan John Mayer dari University of New Hampshire pada tahun 1990. Mereka menyebutkan beberapa kualifikasi emosi manusia yang meliputi empati, mengungkapkan dan memahami perasaan, pengendalian amarah, kemandirian, kemampuan menyesuaikan diri, kemampuan memecahkan masalah antar pribadi, ketekunan dan kesetiakawanan, keramahan, dan sikap hormat.

Dalam buku yang ditulisnya, Emotional Intelligence – Why It Can Matter More Than IQ, Daniel Goleman mengembangkan kerangka kerja untuk memahami EI, yang terdiri dari lima komponen yang dibagi antara keterampilan pribadi dan keterampilan sosial.

Penjelasan lebih lanjut kami muat pada artikel berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.