Metode Pelatihan: Manakah yang Paling Efektif?

Salah satu tugas tim SDM adalah meningkatkan skill karyawan melalui sistem pelatihan. Dengan memilih metode yang tepat, investasi yang dialokasikan untuk program pelatihan bisa menghasilkan karyawan yang produktif dan termotivasi. tugas SDM adalah mencari dan menentukan metode pembelajaran terbaik bagi peserta pelatihan. Berikut adalah beberapa model pelatihan yang umum digunakan. 

  1. Studi Kasus

Studi kasus adalah metode pelatihan yang telah teruji  dan efektif untuk meningkatkan motivasi karyawan. Tapi terkadang trainee kesulitan mengakses sumber-sumber yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pelatihan ini. Pelatihan jennis ini sesuai bagi karyawan yang sudah memiliki kemampuan dasar, tapi masih membutuhkan tambahan lebih mendetail tentang kemampuannya. Metode ini juga paling sedikit membutuhkan biaya. 

  1. Pelatihan Berbasis permainan

Permainan sering digunakan sebagai sarana pelatihan karena menyenangkan bagi sebagian besar orang. Permainan ini bukan hanya permainan yang langsung melibatkan trainee secara fisik, namun ada pula permainan yang berupa aplikasi komputer. Salah satu kelemahan metode ini, mentor terkadang kurang bisa memastikan apakah konsep pembelajaran yang disampaikan kepada trainee apakah benar-benar telah dipahami. 

  1. Magang

Cara ini biasa digunakan organisasi yang menggunakan sistem pusat dan cabang dengan memagangkan karyawan dari kantor cabang ke kantor pusat. Kantor tempat magang mendapat bantuan tenaga sedangkan trainee mendapatkan pengalaman langsung. Tapi cara ini bisa tidak optimal bila kemampuan trainee dibawah standar yang ditetapkan kantor tempat magang. 

  1. Rotasi Pekerjaan

Metode ini memberi kesempatan kepada karyawan untuk lebih berkembang dan berusaha meraih promosi, serta memunculkan kepuasan dan kerjasama. Namun, metode ini membutuhkan banyak waktu dan memiliki potensi kesalahan individu yang cukup besar.

  1. Pengamat pekerjaan

Cara ini dapat meningkatkan keterlibatan dan minat trainee. Dengan cara ini pula trainee memiliki pengetahuan dari sudut pandang berbeda dan ini sangat baik bagi mereka yang akan mendapatkan promosi. 

  1. Klasikal atau ceramah

Ceramah merupakan teknik pelatihan yang paling umum digunakan. Ceramah memang sering dinilai kurang interaktif, namun dengan nara sumber yang berkualitas dan kurikulum yang baik, pelatihan model ini dapat optimal.

  1. Mentoring dan Magang

Ketika suatu perusahaan berencana membina salah satu karyawannya untuk promosi, ini adalah metode pelatihan terbaik untuk diaplikasikan. Trainee memperoleh manfaat dari pembelajaran yang dipersonalisasi, meningkatkan hubungan dengan mentornya, dan memfasilitasi karir masa depannya.

8. Pemodelan Peran

Cara ini melengkapi metode pelatihan ceramah . Sering digunakan ketika karyawan membutuhkan latihan setelah mereka mengikuti ceramah atau melihat demonstrasi.

9. Bermain Peran atau simulasi

Peserta pelatihan dapat mempraktikkan apa yang telah mereka pelajari dalam situasi yang diperagakan seperti kondisi nyata. Mereka masih dimaklumi jika melakukan kesalahan, tetapi , tidak akan ada konsekuensi yang serius.

Cara ini biasanya digunakan untuk pelatihan yang dianggap mahal atau berbahaya jika dilakukan di lingkungan nyata. Simulasi adalah cara paling tepat untuk mengurangi resiko.

10. Pelatihan Tim

Pelatihan tim memiliki tujuan yang luas dan penting, yaitu memperkuat tim. Pelatihan ini tidak berfokus pada peserta pelatihan sebagai individu, namun metode ini digunakan untuk memperkuat anggota tim dan membuat mereka semakin terlibat dalam kegiatan pelatihan dan pekerjaan tim secara keseluruhan.

Kita dapat memilih metode pelatihan yang paling efektif degan mempertimbangkan beberapa faktor, di antaranya pertimbangan hasil pelatihan, biaya, dan kesiapan sumber daya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.