Strategi Red Ocean vs Blue Ocean (bag 2)

Pada bagian sebelumnya kita telah mendapatkan gambaran bahwa red ocean merupakan strategi memasuki pasar dengan tingkat kompetisi tinggi. Sementara blue ocean merupakan strategi memasuki pasar yang baru sama sekali. Berikut ini kita akan menyoroti fokus bidang yang berbeda antara strategi red ocean dan blue ocean.

Perlu dicatat bahwa organisasi akan bergerak dinamis di antara blue ocean dan red ocean dari waktu ke waktu. Organisasi pelopor yang sukses membuat blue ocean akan menarik pesaing, yang akhirnya menciptakan red ocean baru. Dalam red ocean itu, semakin lama semakin banyak diisi perusahaan yang saling bersaing. Akhirnya salah satu perusahaan akan membuat inovasi dan perubahan, menciptakan blue ocean dan mempertahankan pertumbuhan.
Mana yang lebih baik? red ocean atau blue ocean?

Dua strategi ini memiliki keuntungan dan kerugiannya masing-masing. Sekarang kita bahas ini satu demi satu.

Keuntungan Strategi red ocean

  • Pasarnya sudah mapan.
  • Produk dan layanan yang diinginkan pelanggan sudah jelas terpetakan.

Kekurangan Strategi red ocean

  • Biasanya ada pemimpin pasar mapan yang akan sangat sulit dikalahkan.
  • Biasanya terdapat banyak pihak yang mencari keberhasilan dengan mengukir ceruk tertentu dari keseluruhan pangsa pasar.
  • Persaingan yang sengit.

Contoh Strategi red ocean

Anda bisa menyebut pasar apapun di manapun jika pesaing sudah ada, misalnya, semua agen pemasaran di dunia yang bersaing dalam bisnis pemasaran. Ini adalah contoh red ocean klasik. Agensi pemasaran yang sukses mampu membuat ceruk pasar yang khusus untuk diri sendiri. Ia mengkhususkan diri dalam melakukan satu hal dengan sangat baik.

Keuntungan Strategi Blue Ocean

  • Potensi margin keuntungan yang sangat tinggi di pasar baru.
  • Keberhasilan pembukaan blue ocean dapat menciptakan ekuitas merek yang dapat bertahan selama bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun.

Kekurangan Strategi Blue Ocean

  • Pasar ini baru, karena itu terdapat risiko salah menilai pasar. Bila gagal, dampaknya sangat besar karena penciptaan blue ocean biasanya membutuhkan investasi besar.
  • Blue ocean akhirnya akan menjadi red ocean.
  • Sangat sedikit kisah sukses perusahaan yang berhasil menggunakan strategi blue ocean.
  • Karena blue ocean masih baru dan basis pelanggan yang belum ada, banyak waktu yang harus dihabiskan untuk mendidik pelanggan tentang manfaat kategori baru tersebut.

Contoh Strategi blue ocean

Peluncuran konsol Wii oleh Nintendo. Selama bertahun-tahun perusahaan konsol game biasanya berfokus pada peningkatan performa perangkat dari waktu ke waktu. Pada konsol Wii, Nintendo tidak terfokus pada peningkatan performa, mereka fokus menambahkan aspek keasyikan penggunanya. Nintendo mencoba menarik pasar baru, yaitu keluarga, untuk produk ini, bukannya para hardcore gamer yang selalu menginginkan performa suatu konsol. Langkah ini menghasilkan keuntungan besar bagi Nintendo sebab Wii bisa dijual lebih murah karena tidak mengejar fitur berperforma tinggi.

Satu poin terakhir yang perlu dipertimbangkan adalah bahwa sebagian besar perusahaan paling sukses tidak menciptakan lautannya sendiri, misalnya, Google dan Facebook bukan yang pertama di pasar mereka tetapi mereka sekarang mendominasi. Faktanya, mereka sangat mendominasi sehingga menciptakan hambatan besar bagi perusahaan baru untuk masuk. Hal ini dapat diringkas dengan ungkapan, “Para perintis musnah sementara para pendatang menikmati kemakmuran.”

Menerapkan ungkapan ini pada bisnis Anda dapat berarti bahwa perhatikan kategori baru yang dibuat oleh pesaing Anda, dan kemudian masuk ke dalam kategori itu dengan keyakinan setelah kategori tersebut menunjukkan potensi yang nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.