Mengenal Pemodelan Tenaga Kerja

Setiap praktisi manajemen SDM memahami pentingnya mengoptimalkan tenaga kerja. Kita sama-sama mengetahui bahwa membutuhkan banyak keterampilan dan upaya untuk bisa merekrut dan mempertahankan talenta yang berkualitas dan pastinya organisasi mengandalkan individu berkualitas tersebut demi memenuhi permintaan pelanggan.

Tapi berapa banyak dari kita yang sudah memiliki pandangan strategis mengenai ketenaga kerjaan? Apakah kita:

  • Memetakan organisasi kita saat ini dan menilai keterampilan yang ada, baik yang sudah dimanfaatkan maupun yang tidak?
  • Secara proaktif meluangkan waktu merencanakan kebutuhan tenaga kerja berbulan-bulan atau bertahun-tahun ke depan?
  • Menilai kebutuhan masa depan bisnis dan membandingkan SDM kita yang ada dengan kebutuhan tersebut dan menilai perubahan apa yang diperlukan sehingga kita dapat merencanakannya dengan tepat?
  • Menganalisis berbagai skenario permintaan SDM di masa depan dan membuat perencanaan tenaga kerja?
  • Melakukan analisis kesenjangan keterampilan agar bisa menentukan pelatihan yang diperlukan sekarang demi memenuhi kebutuhan bisnis di masa depan?
  • Mempertimbangkan misi organisasi saat merencanakan kebutuhan tenaga kerja di masa depan?

Praktisi SDM melakukan semua hal di atas melalui perencanaan tenaga kerja. 

Kita mengamati tenaga kerja yang ada, menilai kebutuhan masa depan, menilai kemampuan kita untuk memenuhi kebutuhan tersebut saat ini, kemudian menentukan kesenjangan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan masa depan) dan mengambil tindakan demi menutup kesenjangan tersebut tepat waktu.

Pemodelan Tenaga Kerja dalam Tataran Praktis

Pemodelan tenaga kerja merupakan salah satu komponen perencanaan tenaga kerja. Jika perencanaan tenaga kerja adalah konsep keseluruhan, pemodelan tenaga kerja adalah salah satu bagian dari bagaimana hal itu terjadi dalam praktik. Pemodelan tenaga kerja membuat model masa depan dan menilai kesenjangan tenaga kerja, yang harus memperhitungkan banyak variabel, seperti:

  • Perspektif pelanggan yang bisa mengubah kebutuhan dan keinginan di masa depan
  • Prediksi tingkat permintaan SDM secara keseluruhan
  • Perubahan teknologi yang memungkinkan perubahan dalam proses atau permintaan
  • Keahlian karyawan saat ini
  • Keinginan dan kebutuhan karyawan, yaitu preferensi pengembangan dan jalur karier
  • Perubahan legislatif yang (biasanya tidak)  dapat diprediksi
  • Pergantian jangka menengah dan panjang dan bagaimana hal itu memengaruhi perencanaan
  • Keterampilan karyawan di masa depan yang diperlukan organisasi

Pengumpulan informasi seperti di atas membutuhkan banyak kolaborasi dari seluruh organisasi dan bukan merupakan tugas tim manajemen SDM seorang diri. Analisis seperti ini membuat organisasi tetap pada jalurnya untuk mencapai visi organisasi dari waktu ke waktu.

Dalam konsepnya, hal ini terlihat mudah tetapi jauh lebih sulit untuk dicapai dalam praktiknya. Tetapi praktik aktual memikirkan, merencanakan serta memodelkan kebutuhan masa depan akan membantu mempersiapkan organisasi untuk berputar seiring perubahan.

Selama organisasi bersiap dan mengambil tindakan konkret untuk kebutuhan masa depan (dan tidak hanya sebagai latihan pemikiran), itu lebih baik, meskipun ketika perkiraannya ternyata tidak tepat.

Pemodelan tenaga kerja adalah alat dinamis yang memungkinkan organisasi untuk lebih cepat beradaptasi dengan perubahan. Karena Anda sudah memiliki data pokok, jadi silahkan menggunakannya untuk keuntungan Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.