Dampak Menyampaikan Kritik Secara Pribadi Terhadap Tim

Ketika Anda memimpin pertemuan membahas kegagalan tim Anda mencapai target, tim sebenarnya sudah mengetahui bahwa terdapat satu anggota yang berulang kali berkontribusi atas terjadinya kegagalan tim. Anda memutuskan untuk tidak mengatakan sesuatu kepada anggota tersebut dalam rapat, tetapi setelah itu Anda secara pribadi mengatakan kepadanya bahwa dia mengecewakan Anda dan timnya.

Maka Anda memiliki prinsip “pujilah secara umum, kritiklah secara pribadi”. Namun ini bisa jadi prinsip yang berbahaya, karena akan mengurangi akuntabilitas, kualitas keputusan, dan kemampuan tim untuk mengelola dirinya sendiri. Sebab untuk mendorong kolaborasi yang efektif, pemimpin dituntut menciptakan kondisi yang membantu anggota mengelola diri mereka sendiri secara kompeten.

Tim yang nyata adalah jika anggotanya saling bergantung satu sama lain untuk memenuhi tujuan tim. Mereka juga harus saling bertanggung jawab untuk bekerja sama, saling mengandalkan, dan membuat keputusan bersama. 

Prinsip di atas justru menggerus akuntabilitas anggota tim. Secara implisit tim akan membaca bahwa anggota tim bertanggung jawab hanya kepada Anda, bukan kepada tim; mereka tidak perlu meminta pertanggungjawaban satu sama lain – Anda akan melakukannya untuk mereka. Singkatnya, Anda mengalihkan akuntabilitas dari tim ke Anda.

Para pemimpin memang bertanggung jawab atas tim. Namun bukan berarti hanya pemimpin yang selalu bertanggung jawab atas bagaimana fungsi tim, termasuk memberikan umpan balik negatif kepada bawahan langsung mereka. Dan faktanya hampir semua pemimpin mencoba meminimalkan perasaan negatif saat memberikan umpan balik negatif.

Kepemimpinan bukanlah tentang kenyamanan, tapi tentang efektifitas, bahkan saat Anda merasa tidak nyaman. Pemimpin yang cerdas menangani perilaku anggota tim yang tidak efektif dalam konteks tim ketika itu terjadi, atau ketika perilaku tersebut memengaruhi tim. 

Jika Anda ingin membuat tim yang lebih efektif, tim Anda perlu mengubah cara penanganan akuntabilitas dalam tim. Inilah beberapa langkah yang dapat Anda lakukan:

Sampaikan kepada tim bahwa selama ini terjadi pergeseran beban tanggung jawab yang seharusnya berada pada tim, bergeser hanya kepada Anda sebagai leader. Jelaskan pula bagaimana ini memengaruhi hasil tim dan hubungan kerja. Berikan beberapa contoh spesifik dan tanyakan kepada anggota tim bagaimana mereka melihatnya.

Nyatakan bahwa Anda menginginkan sebuah tim di mana para anggotanya dapat saling memberikan umpan balik secara terbuka dan konstruktif dalam tim. Jelaskan bagaimana ini akan membantu tim. Tanyakan kepada anggota tim tentang reaksi mereka.

Tanyakan kepada anggota tim, apa yang mereka butuhkan agar bisa saling bertanggung jawab tentang bagaimana tim bekerja sama. Mungkin anggota tim harus lebih banyak berbagi informasi tentang pekerjaan yang mereka tangani. Tim mungkin perlu mendiskusikan perilaku anggota tim secara lebih produktif dan bersepakat untuk menghindari reaksi defensif ketika melakukan kekeliruan. Tim perlu memahami bahwa diri mereka bertanggung jawab kepada tim, bukan hanya kepada Anda. 

Luangkan beberapa menit di akhir setiap pertemuan untuk membahas bagaimana anggota tim saling bertanggung jawab dan memperbaiki kekurangan yang ada. Perubahan memang tidaklah mudah dilakukan. Menginvestasikan beberapa menit untuk mendiskusikan apa yang berhasil dan bagaimana tim ingin berkembang akan meningkatkan peluang tim menciptakan akuntabilitas yang lebih baik. Dan itu akan menghemat waktu serta membuat keputusan tim menjadi lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.