Sebelum kita mengurai peran strategis SDM, yang sebenarnya perlu kita lakukan adalah bertanya, “Apa yang kita maksud dengan kesuksesan?”

Jika kesuksesan didefinisikan sebagai membantu organisasi menghasilkan keuntungan, hal itu mempersempit makna dari eksistensi sebuah organisasi. Apabila kesuksesan didefinisikan sebagai membantu organisasi mencapai misinya, visi, strategi, dan tujuannya, maka dalam hal ini peran SDM menjadi sangat penting.

Definisi yang lebih luas ini menekankan pada perspektif pandang yang harus dimiliki oleh setiap profesional HR sebagaimana didengung-dengungkan David Ulrich dan guru HR lainnya.

Perspektif ini menekankan bahwa pengelola SDM harus jeli melihat keterkaitan yang erat antara kinerja individu, tim, departemen, dan perusahaan yang terususkan dalam strategi ibidang SDM dalam kaitannya dengan pencapaian tujuan-tujuan perusahaan.

Profesional SDM harus memastikan bahwa ada hubungan langsung antara kebijakan, prosedur, program dan layanan yang mereka tawarkan dengan tujuan organisasi yang lebih besar. Apabila tidak ada hubungan yang jelas, departemen SDM hanyalah akan menjadi pusat biaya yang tidak dihargai dan tidak berkontribusi secara signifikan.

Peran SDM yang Strategis dalam Memanfaatkan Potensi Manusia

Banyak pengelola SDM yang masih berpegang teguh pada anggapan bahwa fungsi sumber daya manusia adalah melayani pegawai. Pemahaman ini membuat fungsi SDM menjadi lebih terfokus pada bagaimana melayani pegawai sebagai pelanggan internal dengan cepat dan memuaskan, tanpa melihat sisii strategic sebagai strategic partner bagi perusahaan memwujudkan tujuan perusahaan.

Peran strategis SDM berbicara tentang bagaimana mendapatkan, memanfaatkan dan mengembangkan potensi SDM yang dimiliki perusahaan agar dapat memberikan kontribusi yang strategis bagi perusahaan.

Apa yang terbaik bagi karyawan tidak selalu linier dengan yang terbaik bagi perusahaan. Kebijakan yang popular bagi karyawan yang berdampak pada perusahaan menjadi tidak kompetitif, tidak menguntungkan, dan tidak efektif, justru akan membuat cepat atau lambat perusahaan akan gulung tikar.

SDM Harus Berkinerja  Tinggi

Alih-alih membantu dan melayani karyawan, pengelola SDM harus dapat mengembangkan, mendukung, memberi semangat, dan memberdayakan karyawan dalam mengembangkan kemampuannya.

Pengelola SDM harus membantu organisasi dengan memanfaatkan potensi karyawan dan menyalurkannya ke arah yang benar menuju pencapaian tujuan, visi, misi, dan strategi organisasi. Pola pikir, perspektif, atau sudut pandang ini merupakan titik tolak pengelolaan SDM yang strategis.

Pergeseran pemikiran dari peran strategis SDM sebagai penyedia layanan menjadi partner bisnis strategik bagi perusahaan diharapkan dapat meningkatkan peran pengelola SDM dalam pencapaian tujuan perusahaan.

Fungsi SDM selama ini yang terkait pembayaran upah, pengurusan cuti, lembur, THR, insentif dapat diarahkan menjadi administrative expert, dengan penggunaan HRIS (Human Reources Information System) untuk mempercepat dan mengefisienkan proses serta meningkatkan akurasi.

Dengan demikian konsentrasi pengelola SDM diharapkan menjadi lebih strategik sebagai bidang yang merekrut, dan mengembangkan karyawan agar siap mensupport strategi perusahaan dalam menghadapi tantangan saat ini dan masa yang akan datang. Peran strategis SDM ini jika direncanakan dan dilaksanaan secara konsisten akan menjadi daya ungkit untuk meningkatkan konerja perusahaan.