Masalah Gangguan di Tempat Kerja

Ketika sebagian besar dari kita masih anak-anak, kita mungkin tidak pernah akan bisa selama 8, 4, 2, atau hanya setengah jamuntuk duduk dan benar-benar fokus pada sebuah permainan, walaupun kesempatan itu sangat memungkinkan. Namun di tempat kerja modern saat ini, ketika kita berharap memiliki waktu kerja yang bebas gangguan,, waktu kerja tanpa gangguan seperti itu benar-benar merupakan kemewahan bagi sebagian besar orang.

Silahkan Anda coba sebisa mungkin untuk mendapatkan waktu menyelesaikan beberapa pekerjaan dengan tingkat fokus yang tinggi, kenyataannya rekan kerja, atasan, dan bawahan muncul untuk mengajukan pertanyaan; telepon berdering; email penting muncul, dan sebagainya.

Kebanyakan orang yang mengalami gangguan yang terus-menerus di tempat kerja hanya dapat menerimanya dengan tabah, walaupun sebenarnya kenyataannya sangat mengganggu dan membuat jengkel. Sebenarnya keberadaan beragam gangguan juga merupakan faktor penurun tingkat produktivitas yang signifikan. Satu jam yang dihabiskan untuk mengerjakan pekerjaan secara terfokus dan tanpa gangguan akan selalu lebih produktif dibandingkan dengan waktu yang sama yang tersebar sepanjang hari yang dipecah dalam beberapa bagian 5 atau 10 menit yang dipisahkan oleh interupsi.

Produktivitas yang hilang tersebut berarti kuntungan yang terbuang.

Biaya Interupsi yang Tinggi

“Menurut penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat, gangguan di tempat kerja merugikan ekonomi negara itu $ 588 miliar setahun. Jika kita masih menoleransi budaya interupsi di perusahaan, maka itu sama saja dengan membahayakan keuntungan perusahaan.

Penelitian lebih lanjut oleh perusahaan pelatihan tempat kerja menemukan, ketika karyawan diminta untuk menghitung waktu yang hilang karena gangguan, mereka secara rutin mengalami gangguan sebanyak 40% –60% dari waktu produktif mereka; itu berarti sekitar 3–5 jam setiap hari.

Kita tidak boleh mengabaikan bahwa keberadaan gangguan seperti itu memunculkan masalah tersendiri, seperti yang sudah disebutkan di atas. Gangguan itu dapat menimbulkan stres dan masalah moral yang nyata di tempat kerja, yang menyebabkan kerugian lebih lanjut dalam produktivitas, ketidakhadiran, dan pergantian karyawan.

Dampak pada Produktivitas

Pengaruhnya pada produktifitas dapat dibagi menjadi dua bagian. 

Pertama, adalah pengalihan itu sendiri, yaitu ketika karyawan terlepas dari tugas setelah mereka mengumpulkan sumber daya, tenaga dan pikiran yang diperlukan untuk tugas tersebut. 

Kemudian proses memulai ulang, yaitu — menyusun kembali sumber daya, pemikiran, dan kesiapan psikis. Terdapat hilangnya momentum yang disebabkan oleh gangguan awal dari tujuan semula. Ada ganjalan psikologis karena harus membangun kembali kesiapan menghadapi pekerjaan, yang bisa menghilangkan energi dan antusiasme.

Gangguan di tempat kerja mungkin seperti efek negatif yang tidak bisa dihindari dalam lingkungan kerja modern yang serba cepat. Tetapi organisasi tidak perlu menerimanya sebagai keniscayaan. Dalam postingan berikutnya yang menindaklanjuti masalah ini, kami akan membahas beberapa strategi untuk meminimalkan gangguan di tempat kerja dan dampak negatifnya terhadap moral karyawan dan keuntungannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.