Nilai Penting Penetapan  Peran yang Jelas dalam Pekerjaan

Salah satu situasi yang paling membuat jengkel bagi seorang manajer adalah ketika mengharapkan realisasi hasil pekerjaan, anggota tim yang ia pegang malah saling pandang di antara mereka atau saling tunjuk antara satu dengan yang lainnya. Masih pada kejadian yang sama, hal ini dapat pula menyebabkan terjadinya konflik yaitu para staf dalam tim tersebut saling berdebat tentang siapa yang memiliki kewenangan atau otoritas pengambilan keputusan berkenaan dengan pekerjaan tersebut.

Meskipun kurangnya akuntabilitas dan perebutan kewenangan merupakan dua hal yang saling bertolak belakang, keduanya sering kali disebabkan oleh sumber yang sama, yaitu kurangnya peran dan tanggung jawab yang didefinisikan dengan jelas.

Manajer dan rekan kerja sering kali menganggap sesuatu yang biasa saja bahwa tiap anggota yang terlibat dalam tim mereka sudah saling mengetahui apa saja peran mereka dalam tim. Sepertinya uraian pekerjaan bukanlah sesuatu hal yang perlu ditinjau para staf secara rutin setelah ia dipekerjakan, dipromosikan atau berganti peran. Seiring berjalannya waktu, batasan yang memisahkan peran dan tanggung jawab antara satu anggota tim dan anggota tim yang lain dapat menjadi semakin kabur.

Berikut ini terdapat beberapa permasalahan yang bisa muncul karena peran yang kurang didefinisikan dengan baik.

Tidak Ada Yang menyelesaikan Suatu Pekerjaan

Karena peran yang tidak jelas, maka beberapa staf mungkin akan menghindari untuk melakukan tugas yang tidak secara eksplisit diserahkan kepada mereka. Akibat peran yang tidak jelas, suatu tugas mungkin tidak jelas pula berada dalam tanggung jawab siapa, dan dengan demikian tugas itu dapat mengalami kegagalan.

Terjadi Duplikasi Pekerjaan oleh Para Staf

Kebalikannya juga bisaterjadi. Beberapa staf dapat secara bersamaan menganggap tugas adalah tanggung jawab mereka. Meskipun tugas tersebut pada akhirnya akan terselesaikan, duplikasi ini  membuat banyak pekerjaan yang sia-sia — dan ppada prosesnya akan menambah biaya.

Konflik Mengenai Kewenangan

Kebingungan tentang siapa yang dapat dan harus melakukan suatu tugas juga bisa menimbulkan konflik. Beberapa staf yang memiliki pandangan berbeda mengenai arah tugas yang tepat mungkin saja berselisih jika tidak ada panduan yang jelas tentang siapa yang memiliki kewenangan untuk membuat keputusan mengenai suatu pekerjaan.

Konflik Mengenai Tanggung Jawab

Seperti disebutkan di atas, peran yang didefinisikan dengan kurang jelas dapat mengakibatkan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab tim tidak dapat diselesaikan. Saat manajer menagih tanggung jawab, staf akan menunjuk orang lain demi mengelak dari kesalahan. Bahkan sebelum tenggat waktu penyelesaian tugas, peran yang tidak jelas seringkali menimbulkan konflik mengenai siapa yang harus bertanggung jawab melakukan pekerjaan tersebut.

Ketika sebuah tim menjumpai suatu permasalahan siapa yang harusnya menyelesaikan suatu tugas atau konflik mengenai kewenangan, itu tidak selalu karena kemalasan atau keengganan menerima tanggung jawab. Kelalaian dan konflik seperti itu sering kali karena peran pekerjaan yang tidak jelas atau penyampaian perintah yang tidak gamblang.

Dalam postingan tindak lanjut tentang topik ini, kami akan membahas beberapa praktik terbaik bagaimana agar bisa secara jelas mendefinisikan peran dalam pekerjaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.